NIINDO – Pemerintah Jepang melaporkan adanya peningkatan kasus pneumonia mikoplasma di berbagai wilayah. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma pneumoniae ini terutama menyerang anak-anak dan dapat menular melalui percikan droplet saat batuk atau bersin, serta melalui kontak langsung dengan penderita.
Gejala umum infeksi ini meliputi demam, rasa lelah, sakit kepala, dan batuk yang berlangsung lama. Dalam beberapa kasus, infeksi berkembang menjadi pneumonia berat sehingga pasien harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Menurut data dari Institut Keamanan Kesehatan Jepang, sekitar 500 fasilitas medis di seluruh negeri melaporkan peningkatan kasus. Dalam sepekan yang berakhir pada 12 Oktober, tercatat rata-rata 1,53 kasus baru per institusi naik 0,17 dari minggu sebelumnya. Kenaikan ini juga tercatat berlangsung selama lima minggu berturut-turut, menandakan tren peningkatan yang konsisten.
Udah belajar bahasa jepang tapi bingung mau apply job kemana? cari info ke Mahagakkou aja!
Wabah pneumonia mikoplasma sebelumnya sempat melanda Jepang pada musim gugur hingga musim dingin tahun lalu. Profesor Tomohiro Oishi dari Sekolah Kedokteran Kawasaki memperkirakan jumlah penderita dapat terus bertambah, mengingat wabah besar serupa berpotensi terjadi dua tahun berturut-turut.
Ia menekankan pentingnya langkah pencegahan sederhana seperti mencuci tangan secara rutin dan menggunakan masker di tempat umum untuk menekan penyebaran penyakit. Oishi juga mengingatkan bahwa masa inkubasi bakteri ini dapat mencapai dua minggu. Oleh karena itu, orang yang pernah melakukan kontak dekat dengan pasien disarankan untuk memantau kondisi kesehatan mereka dan segera memeriksakan diri jika muncul gejala.
Selain itu, Profesor Oishi menegaskan bahwa individu dengan riwayat asma perlu ekstra waspada, karena mereka lebih rentan mengalami komplikasi serius akibat infeksi ini.
Dikutip dari NHK NEWS
