Jepang secara resmi mengesahkan paket stimulus senilai lebih dari 17 triliun yen, atau sekitar 112 miliar dolar, untuk menopang perekonomian.
Paket yang disahkan pada Kamis (02/11/2023) tersebut menetapkan lima tujuan, termasuk mengatasi lonjakan inflasi, memastikan kenaikan gaji yang berkelanjutan, dan mengatakan bahwa paket tersebut akan menggerakkan tiap langkah kebijakan untuk mencapai tujuannya.
Pajak pendapatan dan penduduk akan dipotong sekitar 260 dolar per wajib pajak dan tanggungan untuk mengatasi kenaikan harga. Langkah ini akan diterapkan pada awal Juni mendatang, dengan rencana spesifik yang akan disusun pada akhir tahun ini.
Baca juga : Pemerintah Metropolitan Tokyo Buka Fasilitas bagi Penggemar Anime
Rumah tangga berpenghasilan rendah yang dibebaskan dari pajak penduduk akan menerima bantuan sekitar 460 dolar. Subsidi yang sedang berjalan untuk pedagang BBM serta keringanan tagihan listrik dan gas akan diperpanjang hingga April tahun depan.
Guna memastikan kenaikan gaji yang berkelanjutan dan memperkuat kemampuan pertumbuhan negara, pemerintah akan membantu investasi modal oleh perusahaan kecil dan menengah untuk meningkatkan produktivitas.
Pemerintah juga berencana meningkatkan pendanaan untuk pembangunan pusat produksi semikonduktor di Jepang.
Dikutip dari NHK WORLD – JAPAN
