ホーム Budaya Jepang Jadikan Gedung Sekolah Yang Dilanda Tsunami 2011 Di Miyagi Sebagai Monumen...

Jepang Jadikan Gedung Sekolah Yang Dilanda Tsunami 2011 Di Miyagi Sebagai Monumen Peringatan

269
0
Warga berdoa dan meletakkan bunga saat peringatan tragedi Fukushima di Kesennuma, prefektur Miyagi, Jepang,. Foto: Kyodo/via REUTERS

NIINDO.COM – Sebuah gedung sekolah dasar negeri di timur laut Jepang di mana lebih dari 80 siswa dan guru kehilangan nyawa mereka dalam bencana tsunami pada 11 Maret 2011.

Salah satu lokasi bencana tsunami ini dijadwalkan akan dibuka pada bulan April mendatang sebagai peringatan bagi mereka yang terkena dampak bencana. Gedung Sekolah Dasar yang pada bagian atapnya terdapat kapal wisata yang terbawa terjangan air laut itu terletak di Okawa di Prefektur Miyagi sekitar 4 kilometer dari pantai. Para pengunjung dapat melihat pameran dan berdoa untuk para korban tsunami.

Dikutip dari Kyodo News, Pemerintah kota Ishinomaki memutuskan pada Maret 2016 untuk melestarikan sekolah tersebut. Tetapi pendapat terbagi di antara warga, dengan beberapa keluarga yang berduka mengatakan mereka tidak tahan melihat bangunan itu.

BACA JUGA : Jepang Akan Simulasi Vaksinasi Virus Corona 27 Januari

Pada saat peristiwa, ada lebih dari 108 siswa sekolah tersebut diinstruksikan oleh para guru untuk tetap berada di halaman sekolah selama sekitar 50 menit setelah gempa berkekuatan 9,0 magnitudo melanda Jepang di lepas pantai timur laut Jepang. Tsunami besar mencapai sekolah tepat setelah mereka mulai mengungsi ke bukit terdekat. Bencana itu menewaskan 70 siswa, serta 10 guru dan pejabat serta empat siswa hilang.

Sonomi Sato salah seorang keluarga korban berharap, Gedung Sekolah sebagai tempat peringatan bencana Tsunami dapat menjadi pengetahuan bagi masyarakat.

“Saya ingin orang-orang di seluruh negeri tahu tentang apa yang terjadi di bawah pengawasan sekolah di SD Okawa,” kata Sonomi Sato, 24, yang kehilangan saudara perempuannya di sekolah.

Pada Maret 2014, keluarga dari 23 siswa mengajukan gugatan ganti rugi kepada pemerintah prefektur dan kota, dengan alasan sekolah seharusnya menerapkan tindakan anti-tsunami yang lebih baik.

Sekolah itu berada sekitar 1,5 meter di atas permukaan laut di dekat sungai. Peta bahaya kota pada saat itu tidak menunjukkan bahwa sekolah tersebut berada di daerah yang berpotensi terkena tsunami.

BACA JUGA : Hotel di Jepang Siapkan Kamar Seharga Rp 67.000 Per Hari, Promosikan Telework Bagi Warga Tokyo

Pengadilan tinggi Jepang mengakui kematian para korban dapat dicegah jika kota dan prefektur telah memperbarui rencana darurat dan memerintahkan pemerintah untuk membayar sekitar 1,43 miliar yen ($ 13,7 juta). Putusan itu diselesaikan pada 2019 setelah banding pemerintah ditolak oleh Mahkamah Agung.

Dalam 10 tahun sejak gempa bumi, tsunami, dan bencana nuklir, banyak tugu peringatan dan relik telah dilestarikan di daerah yang paling parah terkena dampak untuk memastikan pelajaran yang didapat kepada generasi mendatang.

Pada Senin (25/1), pekerjaan pembongkaran dimulai pada bangunan dua lantai yang terdapat kapal wisata sepanjang 28 meter yang menyapu atapnya setelah tsunami di Otsuchi, Prefektur Iwate.

Kapal tersebut, berbobot sekitar 200 ton pada saat bencana dan sempat diturunkan pada Mei 2011 namun dibatalkan. Pemerintah kota berharap untuk menciptakan kembali kejadian tersebut dengan menempatkan kapal di atas gedung, sebagai peringatan. Pihak kota pada saat itu tidak dapat mengumpulkan cukup dana, dan hanya menerima 1 persen dari target 450 juta yen.

11 Maret 2011, musibah besar menimpa Jepang. Gempa 9,0 magnitudo mengguncang kawasan Tohoku dan menimbulkan tsunami, yang berujung pada kerusakan sangat parah serta ribuan nyawa melayang atau hilang. Gempa bumi terjadi pukul 2.46 siang waktu setempat. Pusat gempa terletak di 130 kilometer (km) timur kota Sendai, prefektur Miyagi, dengan kedalaman 30 km di bawah Samudra Pasifik.

Usai gempa bumi mengguncang, gelombang setinggi 10 meter mendatangi pantai dan sebagian kota Sendai, lalu membanjiri bandara dan permukiman di sekitarnya.
Menurut beberapa laporan, gelombang air laut masuk ke daratan sejauh 10 km dan menyebabkan Sungai Natori meluap.
Gelombang tsunami yang menghantam pantai merusak prefektur Iwate, tepat di utara prefektur Miyagi, serta Fukushima, Ibaraki, dan Chiba, prefektur di sepanjang Pantai Pasifik di selatan Miyagi. Daerah lain yang diterjang tsunami adalah Kamaishi dan Miyako di Iwate; Ishinomaki, Kesennuma, dan Shiogama di Miyagi; kemudian Kitaibaraki dan Hitachinaka di Ibaraki

返事を書く

あなたのコメントを入力してください。
ここにあなたの名前を入力してください