NIINDO – Gelombang panas masih terus melanda berbagai wilayah di Jepang pada Minggu (31/08/2025). Hingga pukul 14.28 waktu setempat, suhu udara di Kota Nagoya, Jepang tengah, tercatat mencapai 40 derajat Celsius, menjadikannya salah satu suhu tertinggi di negara itu pada musim panas tahun ini.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem tersebut disebabkan oleh sistem tekanan tinggi yang menutupi sebagian besar wilayah Jepang bagian timur dan barat. Fenomena ini mendorong kenaikan suhu yang signifikan di banyak daerah.
Data hingga pukul 16.20 menunjukkan suhu mencapai 39,6 derajat di Kota Toyota, Prefektur Aichi, 39,2 derajat di Kota Mino, Prefektur Gifu, dan 39 derajat di Kota Tajimi, Prefektur Gifu. Suhu mendekati 40 derajat ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait risiko kesehatan masyarakat, khususnya sengatan panas.
Baca juga : Tokyo Gelar Latihan Mitigasi Bencana Hadapi Skenario Gempa Besar
Sebagai langkah antisipasi, JMA mengeluarkan peringatan sengatan panas untuk 28 dari 47 prefektur di Jepang, meliputi kawasan luas mulai dari Kanto hingga Kyushu. Peringatan ini menandakan bahwa risiko gangguan kesehatan akibat panas berada pada tingkat sangat tinggi, terutama bagi anak-anak, lansia, serta orang dengan kondisi medis tertentu.
Pemerintah dan otoritas terkait mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah-langkah pencegahan secara ketat, di antaranya menggunakan pendingin ruangan (AC) dengan tepat, mengonsumsi cukup air serta garam untuk mencegah dehidrasi, dan beristirahat secara berkala saat beraktivitas di luar ruangan. Warga juga diminta untuk memperhatikan tanda-tanda awal sengatan panas, seperti pusing, mual, dan kelelahan ekstrem, agar dapat segera mencari pertolongan medis.
Gelombang panas dalam beberapa tahun terakhir semakin sering terjadi di Jepang, seiring dengan perubahan iklim global. Kondisi ini memengaruhi tidak hanya kesehatan masyarakat, tetapi juga aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga kegiatan olahraga di luar ruangan.
Dikutip dari NHK NEWS
