NIINDO – Uji coba penjualan bebas alat kontrasepsi darurat akan dimulai di Jepang akhir bulan ini. Saat ini diperlukan resep untuk mendapatkannya.
“Pil pencegah kehamilan” itu biasanya efektif mencegah kehamilan jika diminum dalam waktu 72 jam setelah hubungan seksual tanpa pelindung.
Uji coba akan dilakukan oleh Asosiasi Farmasi Jepang. Pembeli akan diminta untuk menjawab kuesioner.
Asosiasi tersebut mengatakan perempuan berusia 16 tahun ke atas dapat membeli pil itu jika setuju untuk ikut serta dalam uji coba penjualan. Namun, mereka yang berusia 16 dan 17 tahun memerlukan persetujuan orang tua atau wali.
BACA JUGA : Populasi Jepang Terancam, Makin Banyak Warganya yang Ogah Tambah Anak
Pejabat asosiasi itu mengatakan harganya berkisar antara 7.000 hingga 9.000 yen, atau sekitar 46 hingga 60 dolar. Dikatakan bahwa asosiasi farmasi tersebut telah memilih total 150 apotek di seluruh negeri yang memenuhi kriteria uji coba.
Termasuk di antara kriteria ini adalah melatih apoteker untuk uji coba tersebut serta memberikan layanan pada malam hari dan akhir pekan. Apoteker juga harus bisa bekerja sama dengan dokter kandungan setempat setelah perempuan meminum pil itu.
Dikutip dari NHK World – Japan
