NIINDO.COM – Menteri Pertanahan Jepang Saito Tetsuo pada Kamis (28/12/2023) akan menyetujui pekerjaan perbaikan lapangan sebagai bagian dari proyek untuk merelokasi pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Provinsi Okinawa.
Keputusan itu diambil Saito setelah Gubernur Provinsi Okinawa Tamaki Denny bersikap menentang putusan pengadilan tinggi yang memerintahkan provinsi untuk menyetujui pekerjaan di lokasi di lepas pantai Henoko, Kota Nago, yang juga terletak di Okinawa.
Meskipun mendapat penentangan dari pemerintah Okinawa, pemerintah pusat berencana merelokasi Pangkalan Udara Korps Marinir AS Futenma ke lokasi lepas pantai dari daerah padat penduduk di Kota Ginowan.
Baca juga : Perusahaan Jepang akan Tingkatkan Pekerja Pertahanan Berpengalaman
Namun, dasar laut di lokasi rencana reklamasi ternyata terlalu lunak. Pemerintah pusat meminta izin dari provinsi untuk merevisi rencananya dan melaksanakan pekerjaan untuk memperkuat dasar laut. Pemerintah Okinawa belum menyetujui revisi tersebut dan pengerjaan itu masih terhenti.
Menteri Pertanahan Saito akan menyetujui rencana pekerjaan tersebut pada Kamis, menggantikan pemerintah provinsi.
Berkaitan dengan keputusan Saito, Kementerian Pertahanan sedang membuat pengaturan untuk memulai pekerjaan perbaikan lahan di Teluk Oura pada pertengahan Januari.
Keputusan pemerintah pusat untuk melanjutkan pekerjaan tersebut diperkirakan akan mendapatkan reaksi tajam dari masyarakat Okinawa.
Dikutip dari NHK World – Japan
