NIINDO – Pemerintah Jepang berencana mengeluarkan pedoman untuk memastikan penggunaan AI generatif secara aman pada awal Maret, sejalan dengan perkiraan pesatnya penggunaan teknologi tersebut pada tahun ini.
Sejumlah platform AI generatif yang dikembangkan oleh perusahaan Jepang diperkirakan mulai beroperasi pada tahun 2024.
Platform “tsuzumi” milik raksasa telekomunikasi NTT akan dirilis untuk penggunaan bisnis pada Maret.
“Cotomi” yang dikembangkan untuk klien korporat oleh perusahaan elektronik terkemuka NEC akan tersedia pada waktu yang hampir bersamaan.
BACA JUGA : Menlu Jepang Umumkan Peningkatan Kerja Sama dengan Negara Nordik
Selain itu, SoftBank menargetkan untuk merampungkan salah satu model AI terbesar di Jepang pada akhir tahun.
Perusahaan-perusahaan Amerika Serikat (AS) telah mendominasi AI generatif sejak peluncuran ChatGPT pada tahun 2022 oleh OpenAI yang berbasis di California.
Presiden AS Joe Biden menandatangani perintah eksekutif tahun lalu yang menetapkan standar ketat untuk pengujian sebelum rilis. Uni Eropa juga berupaya memperketat aturan, termasuk hukuman bagi penyalahgunaan.
Dikutip dari NHK NEWS
