Beranda » Jepang adalah Pusat Mode untuk Fesyen Pria, Mengapa?

Jepang adalah Pusat Mode untuk Fesyen Pria, Mengapa?

NIINDO.COM –  Di Jepang sudah lama dianggap sebagai negara paling modis di dunia. Masyarakat di sana secara umum dikenal sadar akan fesyen.Di samping itu, Negeri Matahari Terbit juga menjadi rumah bagi merek-merek seperti Comme des Garcons, fragmen design, Neighborhood, dan Uniqlo.

Dan Jangan lupakan store atau pengecer terkenal di dunia, seperti Beams, atmos dan Dover Street Market.Bahkan, dari  desainer terkenal seperti Yohji Yamamoto, Jun Takahashi, Issey Miyake, Nigo, dan Kenzo Takada yang baru saja berpulang, semua berasal dari Jepang.

Dari Selera pria Jepang akan mode dipandang sempurna, dan cara mereka berpakaian memiliki pengaruh besar pada gaya modern.Penggunaan streetwear, workwear, dan item retro sebagai fesyen pria modern di tahun 2020 sebenarnya sudah terlihat di jalanan kota Tokyo pada era 90-an.

Baca juga :  4 Maskapai yang Turunkan Tarif Tiket Pesawat Hingga Akhir Tahun

Budaya sneaker modern  ini yang mengandalkan rilisan terbatas dan menciptakan hype, juga berawal dari kolektor alas kaki Jepang, yang sudah lama menjadi tujuan nomor satu dunia untuk sneaker langka.

Orang Jepang bukan cuma memiliki budaya fesyen yang kaya, tetapi juga ahli dalam mengadaptasi gaya dari luar negeri dan menambahkan keunggulan khas negaranya.

Sebagai contohnya, celana denim Jepang dikenal akan kualitas dan daya tarik fesyen yang tak lekang oleh waktu.

Sejumlah publik figur biasa terlihat mengenakan celana denim Jepang, seperti penyanyi John Mayer, rapper Kid Cudi, dan aktor Benedict Cumberbatch.Denim adalah studi kasus di mana orang Jepang mengambil unsur atau elemen dari budaya fesyen Amerika Serikat, dan menambahkan unsur budaya Jepang di dalamnya.

sumber : google.com

Kendati ada budaya konsumerisme yang melekat pada masyarakat Jepang yang senantiasa senang membeli barang baru, tampaknya hal itu tidak berlaku untuk urusan fesyen.

Dan Sebaliknya, orang Jepang lebih unggul dalam hal investasi item berkualitas dan item yang sifatnya timeless atau bisa dipakai hingga bertahun-tahun ke depan.Ada beberapa merek pakaian Jepang yang menggunakan pendekatan old-school atau kuno pada pakaian pria, seperti Hender Scheme, Visvim, Wacko Maria, dan WTAPS.

Orang Jepang terobsesi dengan mode. Menyempurnakan tampilan dan tampak menonjol di tengah keramaian adalah cara pria Jepang mengekspresikan diri.

Karakteristik pria Jepang dalam memilih busana adalah mereka berani mengambil risiko, bereksperimen, dan memakai apa yang mereka inginkan. Mereka memakai sebuah item karena mereka menyukainya, bukan karena seseorang bakal mengenali merek yang mereka pakai.

So, jadi dalam  urusan fesyen, pria Jepang telah  menciptakan  komunitas, bukan mengikuti arus.

Baca juga :  Bermalam di Gerbong yang Berhenti

Tonton juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.