Indonesia banyak belajar dari Jepang mengenai sistem sosial kesejahteraan karena kecanggihan dan pendekatan sangat manusiawi yang dilakukan Jepang selama ini.
“Hebat sekali Jepang dalam hal kesejahteraan sosial, kita mesti banyak belajar dari Negeri Sakura ini”, ujar Sekjen Kementerian Sosial Indonesia, Harry Z Soeratin.
Oleh karenanya rombongan Kemensos yang terdiri dari 5 orang mendapat undangan FWEAP (Foudation for the Welfare and Education of the Asian People) ke Jepang untuk mempelajari berbagai hal peningkatan kesejahteraan dari Jepang.
Harry juga menambahkan, beberapa hal positif dari jepang akan mereka pelajari dan yang terbaik untuk kemajuan bangsa Indonesia akan direncanakan dan diterapkan di Indonesia.
“Kita punya pusat pendidikan bagi disabilitas di Cibinong dan di Solo yang akan dikembangkan lebih lanjut. Sekitar 90 persen lulusannya sudah tersalurkan bekerja dengan baik di berbagai tempat. Bagus sekali fasilitas ini”, ujarnya.
Mereka juga akan mempelajari lebih lanjut menganai sistem dan fasilitas bagi kesejahteraan sosial kaum disabilitas dari Jepang.
Berbagai kelengkapan di tempat umum pun tersedia dengan baik di Jepang sehingga hal ini membuat kaum disabilitas menjadi lebih nyaman dan tidak terkendala kesulitan melakukan aktifitasnya.
“Hal ini sebenarnya bisa kita lakukan di Indonesia juga mestinya setelah banyak belajar dari Jepang dan orang Jepang juga sangat suka misalnya Bali. Jadi potensi Indonesia sangat besar untuk memindahkan lansia Jepang ke Indonesia. keluarganya pun juga pasti senang karena berada di tempat indah di Indonesia”, imbuhnya.
