ホーム Uncategorized Gempa 7,3 : Aktifitas Shinkansen, Sekolah & Bisnis Di Fukushima dan Miyagi...

Gempa 7,3 : Aktifitas Shinkansen, Sekolah & Bisnis Di Fukushima dan Miyagi Terhenti, Warga Masih Kesulitan Air

183
0
sumber : Nhk News

NIINDO.COM – Operator penerbangan dan bus Jepang memutuskan untuk meningkatkan layanan transportasi publik dikarenakan aktifitas kereta api cepat yang menghubungkan wilayah Tokyo dan timur laut Jepang masih terganggu menyusul bencana gempa bumi dahsyat yang melanda Prefektur Fikushima dan Miyagi Sabtu (13/2).

Dikutip dari Kyodo News, pihak Japan Airlines Co dan All Nippon Airways Co mengatakan, mereka akan meningkatkan jumlah penerbangan antara wilayah Tohoku dan bandara Haneda Tokyo serta bandara Itami di wilayah Osaka. Mereka juga akan menggunakan pesawat yang lebih besar untuk beberapa penerbangan.

BACA JUGA : Gempa Jepang 7,3 : KBRI Tokyo Pastikan Tidak Ada Korban WNI

Sementara itu, JR Bus Tohoku Co. yang berbasis di Sendai Prefektur Miyagi, akan menambah lebih dari 20 layanan yang menghubungkan area metropolitan Tokyo dengan stasiun Fukushima dan Sendai.

“Kami mungkin akan membahas peningkatan layanan bus lebih lanjut jika situasinya membutuhkan,” kata seorang pejabat di cabang perusahaan Morioka di Prefektur Iwate.

Gempa berkekuatan 7,3 skala Richter, tercatat 6 besar pada skala intensitas seismik Jepang 7 di beberapa bagian prefektur Fukushima dan Miyagi. Gempa itu telah merusak tiang listrik dan jembatan di Jalur Tohoku Shinkansen. Operasi kereta cepat telah dihentikan antara stasiun Nasushiobara dan Morioka di prefektur Tochigi dan Iwate sejak Minggu (14/2).

Sementara itu, East Japan Railway Co. mengatakan, mereka telah menghentikan sebagian layanan kereta antara Morioka dan Shin-Hakodate-Hokuto Hokkaido, dan hanya menjalankan satu atau dua kereta per jam antara stasiun Tokyo dan Nasushiobara.

Operator kereta cepat wilayah itu yang dikenal sebagai JR East, akan melanjutkan layanan antara stasiun Ichinoseki dan Morioka di Prefektur Iwate pada Selasa (16/2). Layanan ini diperkirakan akan berlangsung sampai selesainya perbaikan yang memakan waktu sekitar 10 hari dan dibukanya kembali layanan kereta cepat shinkansen Tohoku kembali beroperasi normal.

BACA JUGA : 70 Pusat Evakuasi Warga Disiapkan Aparatur Fukushima Untuk Antisipasi Gempa Susulan Dalam Pekan Ini

Pihak operator kereta cepat sejak Senin (15/2) telah mengurangi layanan shinkansen Akita antara stasiun Akita dan Morioka, serta shinkansen Yamagata antara stasiun Fukushima dan Shinjo.

Warga Masih Kesulitan Air & Terhentinya Aktifitas Bisnis

Hinģga Selasa (16/2), banyak rumah di prefektur Miyagi dan Fukushima masih kesulitan air. Sekitar 900 rumah di kota Yamamoto Miyagi kesulitan air. Pasukan Bela Diri Darat Jepang telah diturunkan untuk menyediakan air di kota Shinchi Prefektur Fukushima di mana semua rumah tidak mendapatkan air.

Aktifitas bisnis di Fukushima yang tengah mencoba bangkit ditengah pandemi Virus Corona, juga berhenti beroperasi akibat gempa. Sebelumnya prefektur ini bersiap untuk melanjutkan operasi dengan pencabutan permintaan pemerintah daerah untuk mempersingkat jam kerja. Kebijakan ini bertujuan untuk menahan penyebaran Virus Corona.

“Saya baru saja menerima telepon dari pelanggan biasa yang menunggu pembukaan kembali kami. Aku tahu semua ini bukan salah siapa-siapa, tapi aku kewalahan.” kata Yosuke Mashiko (37) yang akan mengakhiri penutupan sementara barnya di Koriyama.

Kirin Holdings Co. mengatakan, telah menghentikan operasi pabrik produksi bir di Sendai karena gempa yang merusak fasilitas pabrik. Asahi Breweries Ltd. juga telah menghentikan aktifitas pabrik birnya di Motomiya, Fukushima.

Kementerian Dalam Negeri Jepang mengatakan, selain mengakibatkan hampir 160 orang luka dan terganggunya transportasi darat antar wilayah serta terhambatnya aktifitas bisnis, gempa ini juga merusak sekitar 1.400 rumah di Fukushima. Sementara itu di Miyagi, 186 rumah sebagian hancur.

Gempa juga menyebabkan kerusakan gedung sekolah di prefektur Fukushima dan Miyagi, yang menyebabkan total 82 sekolah tutup sejak Senin (15/2).

Sebanyak 324 kasus kerusakan gedung sekolah telah ditemukan di empat prefektur, termasuk 121 di Miyagi dan 192 di Fukushima, termasuk dinding dan lantai yang retak, jendela pecah, dan pipa air yang pecah, menurut kementerian pendidikan.

Badan Meteorologi Jepang memperingatkan, hujan lebat diperkirakan akan turun di Prefektur Fukushima. Mereka meminta otoritas lokal di prefektur tersebut untuk mewaspadai potensi tanah longsor. Badan Meteorologi Jepang juga mengatakan akan ada salju tebal di sepanjang pantai Laut Jepang

返事を書く

あなたのコメントを入力してください。
ここにあなたの名前を入力してください