ホーム Nasional Ditengah Keadaan Darurat Anggota Partai Koalisi Pemerintah Kongkow di Bar, PM Jepang...

Ditengah Keadaan Darurat Anggota Partai Koalisi Pemerintah Kongkow di Bar, PM Jepang Minta Maaf

284
0
Aktifitas warga Tokyo di malam hari ditengah melonjaknya Virus Corona. foto Andylala

NIINDO.COM – Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga pada Rabu (27/1) meminta maaf kepada parlemen setelah para eksekutif dari koalisi partai Pemerintah yang berkuasa dilaporkan mengunjungi Bar Nyonya Rumah di distrik Ginza Tokyo. Hal itu dinilai menentang keadaan darurat yang meminta masyarakat untuk menghindari acara yang tidak perlu.

Dikutip dari Kyodo News, adalah Jun Matsumoto, pejabat ketua Komite Urusan Diet Partai Demokrat Liberal dan Kiyohiko Toyama, penjabat sekretaris jenderal Komeito. Keduanya mengaku mengunjungi bar tersebut minggu lalu.

BACA JUGA : Hotel di Jepang Siapkan Kamar Seharga Rp 67.000 Per Hari, Promosikan Telework Bagi Warga Tokyo

Pengungkapan ini muncul pada saat pemerintah sedang mempertimbangkan untuk memperpanjang keadaan darurat. Pemerintah mengharuskan restoran dan bar untuk mempersingkat jam buka mereka, sekitar satu bulan dari jadwal saat ini yang berakhir pada 7 Februari.

“Karena kami sudah meminta masyarakat menahan diri, saya sangat menyesal,” kata Yoshihide Suga di Panitia Anggaran DPR.

Menurut laporan online majalah mingguan Shukan Shincho, Matsumoto pada 18 Januari meninggalkan restoran sebelum jam 9 malam. Ia kemudian pergi ke bar Nyonya Rumah di Ginza sampai jam 11 malam.

Suga sebelumnya pernah mendapat kecaman setelah ia ikut dalam dua pertemuan makan malam di Tokyo pada pertengahan Desember 2020. Pertemuan pertama di sebuah hotel mewah dengan sekitar 15 orang. Lalu kemudian di restoran steak kelas atas dengan total delapan orang yang hadir. Atas kejadian itu Suga kemudian meminta maaf kepada masyarakat Jepang.

Pemerintah pusat mengumumkan keadaan darurat untuk Tokyo dan tiga prefektur yang berdekatan pada 7 Januari dan memperluas cakupannya ke tujuh prefektur lagi termasuk Osaka, Aichi dan Fukuoka enam hari kemudian.

Sumber Pemerintah mengatakan, keadaan darurat akan diperpanjang hingga akhir Februari. Pemerintahan beranggapan, status keadaan darurat perlu diperpanjang, khususnya di beberapa prefektur jumlah penularan virus corona meningkat.

BACA JUGA : Jepang Jadikan Gedung Sekolah Yang Dilanda Tsunami 2011 Di Miyagi Sebagai Monumen Peringatan

Jumlah total kasus Corona di Jepang mencapai 373 ribu kasus, dengan angka harian per Rabu (27/1) mencapai 3.861 kasus. Total kesembuhan ada 301 ribu dengan angka harian mencapai 10.998 orang. Sementara angka kematian mencapai 5.298 dengan angka harian 105 orang.

Prefektur Tokyo masih menempati urutan teratas dengan jumlah total 95.602 kasus dengan angka harian mencapai 1.026 kasus. Total kesembuhan 76.397 dan angka harian ada 2.507 orang. Sementara angka kematian mencapai 806 dengan angka harian 13 orang. Berturut-turut di posisi 3 4 5 adalah prefektur Osaka, Kanagawa, Saitama dan Aichi.

返事を書く

あなたのコメントを入力してください。
ここにあなたの名前を入力してください