Beranda Uncategorized Darurat Corona : Analis Perkirakan Terjadi Penurunan Perekonomian Jepang 0,4 % Dari...

Darurat Corona : Analis Perkirakan Terjadi Penurunan Perekonomian Jepang 0,4 % Dari PDB

58
0

NIINDO.COM – Perluasan status keadaan darurat di 3 prefektur Jepang bagian barat akibat meningkatnya pandemi Virus Corona kemungkinan akan menurunkan ekonomi negara itu sebesar 2,1 triliun yen ($ 20,1 miliar), atau 0,4 persen dari produk domestik bruto tahunan.

Dikutip dari Kyodo News, Toshihiro Nagahama, Kepala Analis Ekonomi di Dai-ichi Life Research Institute mengatakan, perkiraan penurunan ekonomi Jepang itu didasarkan pada asumsi bahwa deklarasi darurat berlaku di tiga prefektur barat di wilayah metropolitan terbesar kedua negara itu. 3 prefektur itu adalah prefektur Osaka, Kyoto dan Hyogo, seminggu lebih lambat dari wilayah Tokyo.

BACA JUGA : Jepang Perluas Status Keadaan Darurat Menjadi 11 Prefektur

Nagahama juga mengatakan dalam sebuah laporan, bahwa dia memperhitungkan dampak negatif dari penangguhan program Go To Travel sejak 28 Desember. Ini adalah sebuah program bersubsidi negara yang dimaksudkan untuk meningkatkan sektor pariwisata domestik yang dilanda virus.

“Saya perkirakan perluasan darurat yang direncanakan akan menghabiskan 109.000 orang pekerjaan mereka jika tidak ada tindakan yang diambil,” ujar Toshihiro Nagahama.

mata uang jepang (yen)

Beberapa prefektur lain yang juga mengalami peningkatan Virus Corona pada gelombang ketiga sejak November 2020, juga meminta agar pemerintah pusat memberlakukan status keadaan di darurat di wilayah mereka. Diantaranya adalah Aichi dan Gifu di Jepang bagian tengah.

Dalam kesempatan terpisah, Yoshimasa Maruyama, Kepala Ekonomi di SMBC Nikko Securities Inc., memperkirakan ekonomi Jepang akan menyusut 1,5 persen jika deklarasi berlaku efektif selama dua bulan dengan cakupan yang lebih luas yang melibatkan prefektur Osaka, Kyoto, Hyogo, Aichi dan Gifu.

BACA JUGA : Dubes Indonesia di Jepang Dukung Kuat Forum BBB Dengan Jaringan 47 Perfektur

Sebelumnya, Maruyama memproyeksikan PDB negara akan berkontraksi sebesar 1,2 persen jika dampaknya terbatas hanya di wilayah Tokyo.

“Sekalipun deklarasi darurat akan berakhir dalam satu bulan, beberapa langkah pembatasan diperkirakan akan tetap dengan suasana menahan diri untuk sementara waktu,” katanya.

Perdana Menteri Yoshihide Suga berencana untuk menetapkan status keadaan darurat untuk prefektur Osaka, Kyoto dan Hyogo paling cepat Rabu (13/1). Sebelumnya pada Kamis (7/1), PM Suga mengumumkan Status Keadaan Darurat untuk Tokyo, Kanagawa, Chiba dan Saitama yang berlaku hingga 7 Februari 2021.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here