NIINDO.COM – Bursa Efek Tokyo (TSE) memutuskan untuk mewajibkan perusahaan-perusahaan yang terdaftar di papan atas seksi Primer untuk mengungkapkan informasi penting dalam bahasa Inggris guna menarik lebih banyak investor asing.
TSE menyatakan para pelaku pasar asing kerap mengeluhkan bahwa aktivitas investasi mereka terhambat karena minimnya informasi dalam bahasa Inggris dan penjelasan yang telat.
Pada bulan Oktober tahun lalu, sebanyak 91% perusahaan yang terdaftar di seksi Primer merilis laporan pendapatannya dalam bahasa Inggris. Namun, hanya 50% persen yang menyediakan terjemahan bahasa Inggris mengenai fakta-fakta penting dengan tepat waktu, seperti revisi perkiraan pendapatan dan perombakan jajaran eksekutif.
Baca juga : Pemerintah Jepang Cabut Larangan Pengiriman 5 Model Daihatsu
Bursa Tokyo berencana mewajibkan dua jenis informasi tersebut diungkapkan sepenuhnya dalam bahasa Inggris mulai Maret 2025. Perubahan aturan ini akan mencakup sekitar 1.600 perusahaan di seksi Primer.
TSE mengatakan akan mempertimbangkan untuk memperluas persyaratan tersebut pada laporan sekuritas dan dokumen lainnya.
Dikutip dari NHK World – Japan
