Beranda Entertainment Birokrat Senior Kementerian Jepang Dicopot Terkait Skandal Makan Malam Dengan Putra PM...

Birokrat Senior Kementerian Jepang Dicopot Terkait Skandal Makan Malam Dengan Putra PM Suga

23
0
Tokyo. Foto Andylala

NIINDO.COM – Kementerian Urusan Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang pada Jumat (19/2) telah mengganti dua birokrat seniornya menyusul laporan pelanggaran kode etik 2 pejabat kementerian itu diketahui telah disuguhi makan malam mahal oleh putra Perdana Menteri (PM) Jepang Yoshihide Suga yang kemungkinan melanggar kode etik.

Dikutip dari Kyodo News, dua pejabat itu adalah Yoshinori Akimoto, direktur jenderal biro informasi dan komunikasi, dan Hironobu Yumoto, wakil direktur jenderal biro informasi dan komunikasi Kementerian Urusan Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang.

BACA JUGA : Antisipasi Keamanan, Jepang Angkut Warganya Meninggalkan Myanmar Dalam Penerbangan Pertama

Selain dengan Yoshinori Akimoto dan Hironobu Yumoto, Putra Suga diketahui juga makan malam dengan dua birokrat senior Yasuhiko Taniwaki dan Mabito Yoshida. Keduanya adalah Wakil Menteri Koordinasi Kebijakan di Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi.

“Saya sangat meminta maaf karena menyebabkan ketidakpercayaan di antara orang-orang,” kata Menteri Urusan Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang Ryota Takeda.

Takeda memastikan kementeriannya sedang mempertimbangkan untuk menegur semua pejabat yang terlibat.

Yoshinori Akimoto saat berbicara di parlemen Jumat (19/2), mengaku, putra Suga sebagai pemegang saham untuk Tohokushinsha Film Corp. Perusahaan ini adalah unit yang mengoperasikan layanan penyiaran satelit. Kementerian Urusan Dalam Negeri dan Komunikasi diketahui telah mengeluarkan izin siaran kepada perusahaan tersebut.

Dalam rapat Komite Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Jumat (19/2), Kementerian itu mengungkapkan bahwa putra sulung Suga telah mengaku bahwa dia termasuk di antara suara-suara dalam rekaman percakapan sebagaimana telah dilaporkan oleh majalah mingguan Shukan Bunshun.

Majalah tersebut merilis secara online pada Rabu (17/2) mengklaim memiliki rekaman audio percakapan antara putra Suga dengan Akimoto dan pejabat Kementerian lainnya. Dalam rekaman itu, putra PM Suga berulang kali menyebutkan siaran satelit.

Akimoto kepada Parlemen Jepang juga mengaku adanya pembicaraan seputar siaran satelit dengan putra PM Suga.

Ketua Partai Komunis Jepang Kazuo Shii mengecam skandal itu. Kazuo Shii mencurigai bahwa proses pembuatan kebijakan di pemerintah pusat telah terdistorsi.

BACA JUGA :

BACA JUGA : TM Luthfi Yazid Raih Doktor Bidang Hukum dari Unram

Dari hasil penyelidikan di Kementerian Urusan Dalam Negeri dan Komunikasi tentang skandal tersebut telah menemukan empat birokrat senior makan malam dengan putra dari PM Suga sebanyak 12 kali. Dari laporan penyelidikan itu mulai dari tahun 2016. Empat birokrat senior itu diketahui juga menerima hadiah dari putra Pm
Suga.

Putra perdana menteri berkenalan dengan beberapa pejabat ketika dia menjabat sebagai sekretaris ayahnya, yang merupakan menteri urusan dalam negeri dan komunikasi antara 2006 dan 2007, menurut majalah mingguan itu.

PM Jepang Yoshihide Suga mengatakan dia tidak mengetahui sesi makan malam antara putranya dan para pejabat.

Pemerintah dan Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa tengah berusaha meloloskan Rancangan Undang-Undang (RUU) anggaran fiskal 2021 dan revisi Undang-Undang Penyiaran di Parlemen. Pencopotan 2 pejabat itu nampaknya sebagai langkah antisipasi ganjalan dalam Parlemen.

Undang-Undang Etika Pelayanan Publik Nasional Jepang melarang pejabat pemerintah pusat menerima fasilitas dari pemangku kepentingan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here