Beranda » Bank RI Laris Manis! Investor Korea dan Jepang Antri, Ini Kata Bos OJK

Bank RI Laris Manis! Investor Korea dan Jepang Antri, Ini Kata Bos OJK

NIINDO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bicara soal investor asing yang berminat pada pasar keuangan Indonesia. Pasalnya, investor Korea dan Jepang menjadi salah satu yang paling agresif masuk ke sektor keuangan Tanah Air terutama perbankan dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Dian Ediana Rae mengaku, investor Korea dan Jepang masih menunjukkan ketertarikan terhadap sektor perbankan Indonesia. Adapun pandangan mereka tercermin dalam langkah- langkah strategis yang telah diambil.

“Pertumbuhan ekonomi yang solid dan potensi pasar yang besar di Indonesia menjadi pemicu utama bagi investasi,” ujarmya dalam keterangan tertulis, Kamis (22/2).

Menurutmya, para investor cenderung melihat peluang dalam diversifikasi portofolio dan mencari keuntungan dari kondisi ekonomi yang menjanjikan. Hal ini tercermin dari kisaran NIM perbankan nasional Indonesia yang masih di kisaran angka 3% – 5%, serta mayoritas Bank berafiliasi Korea dan Jepang masih membukukan laba yang cukup baik.

Baca juga: Jepang Catat Penyitaan Narkoba Terbesar ke-2 pada 2023

“Investor Korea dan Jepang terlibat dalam berbagai aspek bisnis perbankan, termasuk kemitraan strategis dengan bank lokal, investasi langsung, dan bahkan akuisisi,” sebutnya.

Semain itu, kemitraan dengan bank lokal membantu mereka memanfaatkan pengetahuan lokal, memahami kebutuhan pasar dengan lebih baik, dan meminimalkan risiko operasional. “Investasi langsung dan akuisisi mencerminkan komitmen jangka panjang mereka terhadap pertumbuhan dan perkembangan sektor perbankan Indonesia,” imbuhnya.

Secara umum, Dian mengatakan lebih jauh, iklim investasi bagi investor luar negeri di sektor perbankan Indonesia tetap menarik meskipun ada dinamika dan persaingan yang kompetitif.

Faktor-faktor seperti pertumbuhan ekonomi yang stabil, jumlah populasi yang besar, dan peluang inovasi serta ekspansi, termasuk di bidang digital banking, financial technology (fintech), dan inklusi keuangan, tetap menarik bagi investor asing.

Menurutmya, para investor cenderung melihat peluang dalam diversifikasi portofolio dan mencari keuntungan dari kondisi ekonomi yang menjanjikan. Hal ini tercermin dari kisaran NIM perbankan nasional Indonesia yang masih di kisaran angka 3% – 5%, serta mayoritas Bank berafiliasi Korea dan Jepang masih membukukan laba yang cukup baik.

Baca juga : Resep Makan Siang Chicken Katsu Don ala Jepang

“Investor Korea dan Jepang terlibat dalam berbagai aspek bisnis perbankan, termasuk kemitraan strategis dengan bank lokal, investasi langsung, dan bahkan akuisisi,” sebutnya.

Semain itu, kemitraan dengan bank lokal membantu mereka memanfaatkan pengetahuan lokal, memahami kebutuhan pasar dengan lebih baik, dan meminimalkan risiko operasional. “Investasi langsung dan akuisisi mencerminkan komitmen jangka panjang mereka terhadap pertumbuhan dan perkembangan sektor perbankan Indonesia,” imbuhnya.

Secara umum, Dian mengatakan lebih jauh, iklim investasi bagi investor luar negeri di sektor perbankan Indonesia tetap menarik meskipun ada dinamika dan persaingan yang kompetitif.

Faktor-faktor seperti pertumbuhan ekonomi yang stabil, jumlah populasi yang besar, dan peluang inovasi serta ekspansi, termasuk di bidang digital banking, financial technology (fintech), dan inklusi keuangan, tetap menarik bagi investor asing.

Menurutmya, para investor cenderung melihat peluang dalam diversifikasi portofolio dan mencari keuntungan dari kondisi ekonomi yang menjanjikan. Hal ini tercermin dari kisaran NIM perbankan nasional Indonesia yang masih di kisaran angka 3% – 5%, serta mayoritas Bank berafiliasi Korea dan Jepang masih membukukan laba yang cukup baik.

Baca juga : Pengunjung ke Jepang pada Januari Dekati Tingkat sebelum Pandemi

“Investor Korea dan Jepang terlibat dalam berbagai aspek bisnis perbankan, termasuk kemitraan strategis dengan bank lokal, investasi langsung, dan bahkan akuisisi,” sebutnya.

Semain itu, kemitraan dengan bank lokal membantu mereka memanfaatkan pengetahuan lokal, memahami kebutuhan pasar dengan lebih baik, dan meminimalkan risiko operasional. “Investasi langsung dan akuisisi mencerminkan komitmen jangka panjang mereka terhadap pertumbuhan dan perkembangan sektor perbankan Indonesia,” imbuhnya.

Secara umum, Dian mengatakan lebih jauh, iklim investasi bagi investor luar negeri di sektor perbankan Indonesia tetap menarik meskipun ada dinamika dan persaingan yang kompetitif.

Faktor-faktor seperti pertumbuhan ekonomi yang stabil, jumlah populasi yang besar, dan peluang inovasi serta ekspansi, termasuk di bidang digital banking, financial technology (fintech), dan inklusi keuangan, tetap menarik bagi investor asing.

Dikutip dari CNBC INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.