NIINDO – Bank-bank besar Jepang berupaya menambah cabang-cabang kecil yang berfokus pada layanan yang diperkirakan memiliki permintaan tinggi.
Targetnya adalah untuk menarik pengunjung ke cabang tersebut sambil mendorong pemotongan biaya. Jumlah nasabah yang mengunjungi bank untuk bertransaksi tunai telah berkurang seiring dengan makin maraknya pembayaran tanpa uang tunai dan perbankan daring.
Sumitomo Mitsui Banking Corporation berencana mengubah 250 lokasi, atau 60 persen cabangnya, menjadi cabang kecil selambatnya tahun fiskal 2025.
Cabang-cabang kecil tersebut akan fokus pada layanan ritel, termasuk manajemen aset dan konsultasi warisan.
Permintaan di bidang-bidang ini meningkat karena faktor-faktor seperti penuaan populasi dan program pembebasan pajak bagi investor individu yang disebut NISA. Insentif untuk program tersebut baru-baru ini diperluas.
BACA JUGA : Meningkatnya Permintaan Dorong Kenaikan Harga di Jepang
Cabang-cabang kecil dapat mengurangi biaya pemeliharaan karena berlokasi di fasilitas komersial dan bukan di properti milik bank.
Jumlah anggota staf juga dapat dikurangi karena pada prinsipnya uang tunai hanya ditangani di ATM.
Bank Mizuho mendirikan cabang kecil di dekat Stasiun Ikebukuro di pusat kota Tokyo, khusus untuk membuka rekening.
Bank itu dibuka pada pukul 11.00 hingga 18.30 untuk memungkinkan orang mampir dalam perjalanan pulang kerja dan sekolah. Bank tersebut mengatakan dibutuhkan separuh waktu dari biasanya untuk membuka rekening di sana.
Kepala cabang yang baru itu, Yoshida Sayuri, mengatakan pihaknya berencana melakukan persiapan penyediaan layanan daring dan tatap muka untuk pengelolaan aset ke depannya.
Dikutip dari NHK News
