NIINDO – Kepala Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengatakan kepada NHK bahwa “transparansi penuh” adalah kunci untuk mengatasi kesalahan informasi dan kebingungan seputar pelepasan air yang telah diolah dan diencerkan dari PLTN Fukushima Daiichi ke laut.
Direktur Jenderal IAEA Rafael Mariano Grossi, yang tengah mengunjungi Jepang, menyampaikan kepada NHK pada Selasa (12/03/2024).
Air yang digunakan untuk mendinginkan bahan bakar yang meleleh di PLTN itu telah bercampur dengan air hujan dan air tanah. Akumulasi air itu diolah untuk menghilangkan sebagian besar zat radioaktif, tetapi masih mengandung tritium.
Baca juga : Sekolah Dekat PLTN Fukushima Daiichi Adakan Upacara Kelulusan Pertama
Sebelum membuang air yang telah diolah ke laut, operator PLTN mengencerkannya untuk mengurangi kadar tritium menjadi sekitar sepertujuh dari tingkat pedoman air minum yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Ketika ditanya mengenai tanggapan terhadap negara-negara seperti Cina yang menentang atau menyatakan kekhawatirannya mengenai pelepasan air olahan tersebut, Grossi mengharapkan pembicaraan yang tengah dilakukan akan membantu menyelesaikan kekhawatiran tersebut.
Ia mengatakan sejumlah orang khawatir dengan air olahan itu dan banyak informasi yang salah dan membingungkan. Grossi menekankan “transparansi penuh” atas informasi adalah satu-satunya “penangkal” untuk menangani masalah ini.
Dikutip dari NHK WORLD JAPAN