NIINDO.COM – Pemerintah Jepang merencanakan peningkatan 10 kali lipat bagi subsidi cuti pengasuhan anak untuk pekerja laki-laki mulai April mendatang guna membantu meningkatkan angka kelahiran yang menurun di negara ini.
Pemerintah berharap dapat meningkatkan jumlah laki-laki yang memenuhi syarat untuk mengambil cuti mengasuh anak menjadi 50 persen selambatnya pada 2025, dan 85 persen pada 2030.
Peningkatan jumlah rumah tangga berpendapatan ganda menyebabkan pertumbuhan tunjangan cuti pengasuhan anak sebesar sekitar 50 persen dalam lima tahun. Pada tahun fiskal 2022, jumlahnya mencapai sekitar 700 miliar yen, atau hampir lima miliar dolar.
Baca juga : Bank Jepang Pertahankan Kebijakan Moneternya
Pembayaran ini kemungkinan akan meningkat jika lebih banyak laki-laki mengambil cuti untuk merawat anak-anak mereka, yang sejalan dengan pedoman tersebut.
Untuk mendapatkan pendanaan, para pejabat mengatakan pemerintah akan mulai menanggung seperdelapan tunjangan cuti pengasuhan anak mulai tahun fiskal 2024, yang merupakan 10 kali lipat dari jumlah yang ada saat ini.
Sebagian besar tunjangan tersebut berasal dari asuransi ketenagakerjaan, dengan premi yang dibagi antara pekerja dan perusahaan. Namun, tunjangan ini mungkin akan meningkat di masa mendatang, bergantung pada kondisi fiskal.
Dikutip dari NHK NEWS
