NIINDO.COM – Sebuah upacara peringatan dilaksanakan di Jepang timur laut untuk merayakan 30 tahun penunjukan kawasan pegunungan Shirakami sebagai Situs Warisan Alam Dunia UNESCO.
Acara tersebut berlangsung di pusat konservasi di Kota Fujisato, Provinsi Akita, pada Senin (11/12/2023).
Wilayah yang dikenal sebagai Shirakami-Sanchi ini terletak di provinsi Akita dan Aomori. Pada tanggal 11 Desember 1993, wilayah ini menjadi salah satu tempat pertama di Jepang yang didaftarkan sebagai Situs Warisan Alam Dunia. Wilayah ini memiliki hutan beech yang luas dan hampir tidak terjamah oleh manusia.
Baca juga : Kecelakaan di Area Terlarang Bandara di Jepang Catat Jumlah Tertinggi
Jumlah orang yang mengunjungi wilayah ini menurun tiap tahun karena serangkaian pembatasan, termasuk kurangnya pengembangan jalur pendakian dari sisi Akita.
Pada tahun fiskal yang berakhir pada bulan Maret 2023, jumlah pengunjung mencapai lebih dari 16.200 orang, sekitar 20 persen dari jumlah puncak.
Provinsi Akita mengadakan program sertifikasi lima tahun lalu yang bertujuan untuk mengembangkan pemandu baru di tengah usia pemandu saat ini yang menua.
Wali Kota Fujisato mengatakan konservasi wilayah tersebut telah berhasil, tetapi tantangan besar masih tetap ada dalam mempromosikan komunitas lokal. Ia mengatakan akan meminta pemerintah pusat untuk membantu mengembangkan daerah sekitar dan melatih pemandu.
Dikutip dari NHK World – Japan
