NIINDO.COM – Pendapatan yang diumumkan oleh perusahaan-perusahaan di Jepang pada tahun fiskal 2022 tumbuh 7 persen dari tahun fiskal sebelumnya menjadi lebih dari 85 triliun yen.
Angka ini merupakan yang tertinggi sejak tahun fiskal 1967, ketika pencatatan awal mulai dilakukan. Rekor tertinggi sebelumnya tercatat pada tahun fiskal 2021.
Badan Pajak Nasional Jepang mengatakan lebih dari 3,12 juta perusahaan melaporkan pendapatan total sebesar 85,01 triliun yen, atau sekitar 560 miliar dolar, untuk tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2023.
Baca juga : Jepang Mengesahkan Paket Stimulus Senilai 112 Miliar Dolar
Berdasarkan industri, pendapatan yang dilaporkan oleh manufaktur mencapai sekitar 25,5 triliun yen, atau sekitar 168 miliar dolar, naik 3,2 persen dalam yen dibandingkan tahun fiskal sebelumnya.
Pendapatan pedagang grosir meningkat 19,3 persen menjadi 8,46 triliun yen, atau sekitar 56 miliar dolar, sedangkan untuk penginapan ryokan Jepang, serta tempat makan dan minum, naik 27,3 persen menjadi 849,9 miliar yen, atau sekitar 5,6 miliar dolar.
Dikutip dari NHK WORLD – JAPAN
