NIINDO.COM – Pemerintah Jepang memutuskan langkah-langkah ekonomi baru pada rapat kabinet luar biasa, Kamis (2/11/2023). Di antaranya terkait pemotongan pajak ke berbagai perusahaan dan perorangan di Jepang senilai 17 triliun yen.
Perdana Menteri Kishida akan menjelaskan tujuan langkah-langkah tersebut pada konferensi pers malam ini.
“Skala langkah-langkah ekonomi, termasuk pemotongan pajak, diperkirakan berada pada kisaran 17 triliun yen, termasuk pemotongan pajak penghasilan tetap, tunjangan bagi rumah tangga berpendapatan rendah, dan perluasan subsidi untuk menjaga harga bensin tetap rendah,” ungkap sumber Tribunnews.com, Kamis (2/11/2023).
Mengenai langkah-langkah ekonomi baru, pemerintah telah menyatakan bahwa mereka akan memobilisasi semua alat kebijakan sejalan dengan lima pilar, termasuk melawan harga tinggi dan mencapai kenaikan upah yang berkelanjutan.
BACA JUGA : Nilai Yen Anjlok ke Level 151 terhadap Dolar
Sebagai upaya melawan kenaikan harga dilakukan beberapa kebijakan, yakni:
• Partai yang berkuasa berencana untuk menerapkan pengurangan pajak dengan tarif tetap pada bulan Juni 2024, memotong 40.000 yen per tahun dari pajak penghasilan dan pajak penduduk per wajib pajak dan keluarga tanggungan, dan berencana untuk mempertimbangkan rencana ini menjelang akhir tahun.
• 70.000 yen akan diberikan kepada rumah tangga berpendapatan rendah yang dibebaskan dari pajak penduduk.
• Pemerintah akan memperluas subsidi untuk menurunkan harga bensin dan langkah-langkah untuk mengurangi beban listrik dan gas hingga akhir April tahun depan.
BACA JUGA : Bandara Narita Mengalami Kekurangan Pekerja Kronis
Untuk mencapai kenaikan upah yang berkelanjutan dan memperkuat potensi pertumbuhan akan dilakukan beberapa hal:
• Dukungan investasi modal yang dilakukan oleh usaha kecil dan menengah untuk meningkatkan produktivitas
• Termasuk peningkatan dana untuk membangun basis produksi semikonduktor dalam negeri.
• Skala langkah-langkah ekonomi, termasuk pemotongan pajak, diperkirakan berada pada kisaran rendah yaitu 17 triliun yen.
Pengeluaran fiskal, yang mencakup pengeluaran nasional dan daerah serta FILP (Fiscal Investment and Loan Program), diperkirakan berjumlah sekitar 21,8 triliun yen, dan pengeluaran rekening umum tambahan diperkirakan berjumlah sekitar 13,1 triliun yen, dan pemerintah berencana untuk memberikan dukungan pada awal bulan ini untuk menyusun rancangan anggaran tambahan.
Dikutip dari Tribunnews.com
