NIINDO.COM – Dari Ikatan Dokter Indonesia Aceh menyebutkan sebanyak 15 orang dokter di provinsi paling barat Indonesia ini masih menjalani isolasi mandiri setelah dinyatakan terinfeksi COVID-19.
“Saat ini tinggal sekitar 15 orang dokter yg sedang isolasi, dan mereka tidak bergejala,” kata Ketua IDI Aceh dr Safrizal Rahman, di Banda Aceh, Selasa.
Ia menjelaskan bahwa angka positif COVID-19 di daerah Tanah Rencong masih cukup tinggi, dan cenderung stabil.
Sebab itu pihaknya meminta kerja sama dengan masyarakat agar disiplin mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan atau 3M.
Baca juga: Bioskop Cinepolis beroperasi besok, ada rental sinema pribadi
Dan Sementara pemerintah, melanjutkan untuk melalukan upaya pencegahan penyebaran dan langkah 3T yakni pemeriksaan (testing), pelacakan (tracing), dan pengobatan (treatment).

sumber : google.com
“Alhamdulillah semuanya kita masih semangat untuk terus berjuang, meskipun banyak (tenaga medis) yang sudah tertular positif tetapi sebagian besar sudah selesai isolasi dan sudah kembali aktif,” ujar Safrizal.
Hingga akhir September kemarin, IDI Aceh mencatat sekitar 400 tenaga kesehatan (nakes) di wilayah Aceh terinfeksi positif COVID-19, bahwa tujuh di antaranya sudah meninggal dunia.
“Nakes kita yang positif COVID-19 400 orang di seluruh Aceh. Yang meninggal tujuh orang, lima dokter, satu perawat, dan satu tenaga laboratorium,” katanya.
Oleh karena itu, pihaknya juga terus mendorong perlindungan terhadap tenaga kesehatan yang belum maksimal di setiap fasilitas kesehatan, agar dapat terhindar dari terinfeksi COVID-19.
Baca juga: Jokowi Sambut PM Jepang Yoshihide Suga di Istana Bogor yang Diguyur Hujan
“Permasalahan utama kalau saya perhatikan adalah standar fasilitas kesehatan, bagaimana memberikan perlindungan kepada tenaga medisnya agar terhindari dari penularan COVID-19,” katanya.
Tonton juga:
