Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dikabarkan akan mengirimkan mahasiswanya untuk melakukan studi magang bidang pertanian di universitas dan perusahaan di Jepang.
Terkait hal tersebut, UMSU langsung melakukan penandatanganan MoU dengan PT Chikyujin Indonesia Institute ( CII ), yang merupakan salah satu foundation dari Jepang yang memiliki perhatian pada pendidikan.
Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Rektor Dr Agussani MAP yang diwakili oleh Wakil Rektor (WR) I Dr Muhammad Arifn Gultom dan President Director PT CII Kazuo Sawachi, tepatnya di ruang rapat rektor kampus yang berlokasi di Jl Kapten Mukhtar Basri Medan. (6/6/2017)
“MoU ini merupakan payung implementasi dari rencana magang yang sudah dipersiapkan sebelumnya dalam bentuk kunjungan silaturahim ke KUI”, ujar WR I Dr Muhammad Arifin Gultom.
Menurut Arifin, tawaran magang PT CII kepada UMSU tersebut merupakan sebuah kepercayaan tinggi pemerintah Jepang kepada UMSU.
Ia juga berharap bahwa mahasiswa yang dinyatakan lulus seleksi internal untuk segera mempersiapkan diri. Pengalaman mahasiswa UMSU di Jepang tentunya sangat bermanfaat untuk bisa dikembangkan bersama mahasiswa pertanian di UMSU terutama dalam bidang teknologi pertanian.
President Director PT CII Kazuo Sawachi menjelaskan bahwa saat ini pemerintah Jepang telah mmeberikan kesempatan kepada mahasiswa UMSU untuk melakukan magang dibidang produksi pertaian khususnya pada tanaman jamur yang banyak dikelola menjadi obat.
Mahasiswa yang magang akan memperoleh materi kuliah dan praktik langsung di sentra – sentra pengolahan jamur baik milik pemerintah Jepang maupun swasta.
Program undangan magang tersebut merupakan bagian dari permintaan pemerintah Jepang dengan kuota terbatas dan selektif yang diberikan kepada beberapa negara, salah satunya di Indonesia. Untuk membuka kesempatan yang lebih terbuka namun tetap terbatas, selanjutnya program ini dilaksanakan oleh pihak swasta.
Oleh karenanya, PT CII selaku foundation memiliki peran untuk melakukan kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di Indonesia termasuk UMSU melalui KUI.
Kazuo Sawachi mengaku senang bisa diberi sambutan oleh pihak rektorat dan mahasiswa. Ia juga berharap bahwa dari 7 mahasiwa Pertanian yang telah lulus seleksi internal untuk serius mengikuti program tersebut. Seluruh biaya hidup selama program magang tersebut ditanggung oleh pemerintah Jepang.
