NIINDO – Raksasa industri Jepang Toshiba mengatakan akan mengurangi hingga 4.000 karyawan di Jepang sebagai bagian dari rencana untuk membalikkan keadaan bisnis setelah mengalami kerugian pada tahun fiskal lalu.
Toshiba pada Kamis (16/05/2024) melaporkan kerugian bersih sebesar 74,8 miliar yen, atau sekitar 481 juta dolar, untuk 12 bulan yang berakhir pada Maret.
Penjualan konsolidasi turun 2 persen dari tahun sebelumnya menjadi 3,3 triliun yen atau sekitar 21 miliar dolar.
Baca juga : Permintaan Pestisida Tinggi Akibat Wabah Kutu Busuk
Penurunan kinerja perusahaan semikonduktor terkemuka Kioxia Holdings berdampak besar pada pendapatan Toshiba karena perusahaan tersebut memegang sekitar 40 persen saham.
Sebagai dampaknya, pendapatan operasional Toshiba turun hampir 64 persen menjadi hanya di bawah 40 miliar yen atau sekitar 256 juta dolar.
Manajemen baru mengumumkan rencana bisnis tiga tahunnya dan mengatakan pemutusan hubungan kerja akan dilakukan selambatnya pada akhir November. Ini berarti pengurangan hingga 6 persen tenaga kerjanya di Jepang.
Dikutip dari NHK NEWS
