Beranda Nasional Kantor Mantan PM Jepang Shinzo Abe Diduga Telah Menghabiskan Jutaan Yen Untuk...

Kantor Mantan PM Jepang Shinzo Abe Diduga Telah Menghabiskan Jutaan Yen Untuk Pesta Makan Malam

197
0
sumber : google.com

NIINDO.COM –  Kantor mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dicurigai menutupi kekurangan sekitar 8 juta yen ($ 77.000) yang dihabiskan untuk acara makan malam yang diadakan untuk para pendukung Abe, selama Abe menjadi Perdana Menteri.  Kasus tersebut ditenggarai ada kemungkinan terjadi  pelanggaran undang-undang kontrol dana politik.

Dikutip dari The Mainichi Shimbun, pihak  Jaksa Penuntut telah meminta keterangan salah satu sekretaris Abe dan beberapa pendukung lainnya atas tuduhan bahwa kantornya secara ilegal membayar sejumlah uang untuk setiap acara makan malam yang diadakan setiap tahun antara tahun 2013 dan 2019 di hotel-hotel Tokyo.

Interogasi dilakukan oleh Jaksa Penuntut setelah adanya pengaduan pidana yang  diajukan pada Mei lalu terhadap Abe. Pihak Sekretaris Pembayaran Negara dan Pengelola Dana melalui pengacara dan akademisi, mengklaim adanya pelanggaran hukum dalam kasus itu, dengan tidak melaporkan pembayaran selisih antara total biaya masing-masing pihak dan  kontribusi yang dibayarkan oleh peserta makan malam.

Baca juga :  Pernikahan WNI Di Negeri Matahari Terbit

Sekitar 8 juta yen diduga dihabiskan selama lima tahun sejak 2015 untuk acara makan malam di dua hotel di ibu kota di mana total biaya melebihi 20 juta yen. Angka ini jauh lebih besar dari jumlah yang dikumpulkan dari penjualan tiket acara makan malam.

Setiap acara makan malam itu  diselenggarakan oleh kelompok pendukung Abe pada malam pesta menonton bunga sakura tahunan yang didanai publik  Hal ini menjadi kontroversi bagi mantan Perdana Menteri Jepang itu. Abe dikritik karena mengundang ratusan pendukungnya ke acara yang didanai pembayar pajak publik.

shinzo-abe-diduga-habiskan-jutaan-yen-untuk-pesta-makan-malam-pendukung-selama-jabat-pm-jepang
sumber : google.com

Peserta jamuan makan malam itu, banyak dari mereka adalah pemilih di daerah pemilihan Abe di Prefektur Yamaguchi. Masing-masing peserta dikenai biaya 5.000 yen per orang. Dari hasil penyelidikan, acara semacam itu di hotel bintang lima biasanya menelan biaya sekitar 11.000 yen atau lebih per kepala.  Untuk tahun 2019 tercatat ada sekitar 800 orang yang menghadiri acara itu.

Penyelidikan itu menyebut, tanda terima dari hotel menunjukkan bahwa kantor Abe menutupi kekurangan tersebut, menurut sumber.

Dalam pengaduan tersebut juga menuduh bahwa Abe dan dua orang lainnya melanggar undang-undang pemilu dengan ikut menanggung biaya pertemuan tersebut. Pengaduan itu juga menyebut hal itu sama saja dengan membeli suara.

Abe dalam sebuah kesempatan di Parlemen, membantah bahwa kantornya menutupi kekurangan itu. Namun, tim investigasi khusus di kantor kejaksaan Tokyo telah memeriksa dokumentasi hotel terkait acara makan malam tersebut.

Pada hari Senin (23/11), kantor Abe merilis pernyataan yang mengatakan bahwa mereka siap bekerja sama dengan pihak penyelidik, namun tidak menjelaskan lebih lanjut.

Jun Azumi, dari pihak oposisi Partai Demokrat Konstitusional Jepang, mengatakan kepada wartawan bahwa,  Abe harus menjelaskan tuduhannya di Parlemen pada hari Rabu (25/11).

Pemeriksaan Sekretaris Kantor Perdana Menteri oleh pihak Jaksa Penuntut dalam kasus ini bisa menjadi pukulan bagi Perdana Menteri Yoshihide Suga. Suga saat Abe menjabat Perdana Menteri, adalah selaku kepala sekretaris kabinet.

Pada pertengahan September lalu saat pelantikan jabatan Perdana Menteri, Suga memastikan tidak akan melanjutkan tradisi mengadakan pesta melihat bunga sakura yang didanai negara.

Baca juga :  Destinasi Di Bawah Laut Jawa Tengah

Tonton juga :

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here