NIINDO – Tepat satu tahun telah berlalu sejak hujan deras melanda wilayah Noto di Prefektur Ishikawa pada 21 September 2024. Namun, hingga kini para penyintas masih menghadapi jalan panjang menuju pemulihan, terlebih setelah wilayah tersebut juga diguncang gempa besar di Hari Tahun Baru 2025.
Bencana hujan deras saat itu dipicu oleh gumpalan awan hujan yang mengakibatkan sungai meluap dan tanah longsor. Pejabat setempat mencatat 19 orang meninggal dunia, termasuk tiga korban yang wafat kemudian akibat penyebab terkait. Sekitar 1.900 rumah dilaporkan rusak berat maupun rusak sebagian.
Peristiwa tersebut datang hanya sembilan bulan setelah gempa dahsyat mengguncang kawasan yang sama. Pukulan beruntun ini memperburuk kondisi warga yang sudah kesulitan, banyak di antaranya harus menanggung utang akibat kerusakan rumah maupun bisnis.
Baca juga : Cuaca Buruk Landa Ibaraki, Sejumlah Bangunan Rusak Akibat Angin Kencang
Dampak sosial dari bencana ganda ini pun terlihat jelas. Pemerintah Prefektur Ishikawa mengungkapkan populasi wilayah Oku-Noto, salah satu daerah yang paling terdampak, berkurang lebih dari 3.000 jiwa atau sekitar 6 persen dalam setahun terakhir. Bahkan, populasi Kota Suzu turun di bawah 10.000 jiwa pada Agustus lalu untuk pertama kalinya dalam sejarahnya.
Upaya pemulihan kini masih berlangsung dengan dukungan pemerintah pusat dan prefektur. Namun, tantangan besar masih membayangi, terutama karena masalah populasi yang menua serta keterbatasan tenaga kerja yang memperlambat pembangunan kembali komunitas.
Dikutip dari NHK NEWS
