Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Mulyono mengatakan bahwa seluruh rakyat bersama TNI harus bergandengan tangan membasmi berbagai paham radikalisme di Indonesia.
“Untuk membasmi radikalisme rakyat dan TNI harus bergandengan tangan. Karena radikalisme berupaya untuk memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa”, ujarnya ketika melakukan Safari Ramadhan di Kupang, pada hari Selasa.
TNI terdiri dari tiga matra yaitu TNI AL, TNI AU, dan TNI AD yang saat ini dipimpin oleh Mulyono.
Menurut Mulyono keberadaan paham – paham radikalisme itu sudah ada dan muncul di Indonesia. oleh karenanya pendeteksian sejak dini perlu dilakukan secepat mungkin.
Tugas TNI adalah melakukan pendeteksian keberadaan sel – sel paham radikal TNI harus bekerja, khususnya pada bagian intelejen harus bekerja secara maksimal karena saat ini sudah mulai muncul paham radikalisme serta kelompok – kelompok teroris sudah ada di Indonesia.
“Jangan lupa pula prajurit TNI harus bekerja sama dengan masyarakat. Jalin kerja sama yang baik karena biasanya masyarakat tahu keberadaan orang – orang yang diduga sebagai jaringan kelompok – kelompok radikal”, ujarnya.
Ia juga memaparkan bahwa bintara pembina desa memiliki peran penting untuk mengantisipasi munculnya berbagai paham radikalisme dan kemunculan teroris di daerahnya.
