Beranda Uncategorized PSBB Jawa dan Bali Mulai 11-25 Januari 2021, Ini Poin-poin Penting dalam...

PSBB Jawa dan Bali Mulai 11-25 Januari 2021, Ini Poin-poin Penting dalam Penerapan

139
0

NIINDO.COM – Pemerintah resmi memutuskan akan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Pulau Jawa dan Bali.

PSBB sekaligus pembatasan kegiatan atau aktivitas masyarakat di Jawa dan Bali tersebut akan diterapkan selama dua minggu, yakni mulai 11 – 25 Januari 2021.

Penerapan pembatasan di wilayah Jawa dan Bali tersebut dilakukan untuk menekan wabah virus corona yang kian masif merebak di tanah air.

Melansir dari tribun, Keputusan tersebut dengan melihat parameter yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Antara lain, angka kasus aktif dan angka kematian di atas rata-rata nasional, angka ratio ketersediaan tempat tidur rumah sakit di atas 70%, dan angka kesembuhan di bawah rata-rata nasional.

BACA JUGA : Seekor Ikan Tuna Indonesia Terjual 160.000 Yen di Sapporo Jepang

“Penerapan pembatasan tersebut dilakukan di provinsi Jawa dan Bali karena di provinsi tersebut memenuhi salah satu dari empat parameter yang ditetapkan,” ujar Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN),Airlangga Hartoyo, seusai rapat terbatas, Rabu (6/1/2021).

Berikut beberapa poin penting dalam penerapan PSBB di Jawa dan Bali :

1. Kegiatan perkantoran akan dibatasi dengan memberlakukan kerja dari rumah atau work from home (WFH) sebesar 75% dari total karyawan.

2. Sektor esensial tetap beroperasi 100%. Namun, dilakukan pembatasan jam buka seperti pada pusat perbelanjaan yang dibatasi hingga pukul 19.00.

3. Kegiatan belajar mengajar juga tetap dilakukan dengan metode dalam jaringan (daring).

4. Tempat ibadah juga dibatasi dengan memberlakukan kapasitas 50% dengan protokol kesehatan yang ketat.

5. Restoran dapat menerapkan makan di tempat atau dine in dengan batasan 25%. Operasional untuk pesan antar tetap diizinkan selama pembatasan.

“Pemerintah mendorong pembatasan ini dilakukan mulai 11 Januari sampai dengan 25 Januari dan pemerintah akan terus melakukan evaluasi,” terang Airlangga.

Nantinya aturan mengenai pembatasan akan diterbitkan oleh kepala daerah melalui Peraturan Kepala Daerah.

Pemerintah juga akan memonitor penerapan kebijakan tersebut.

BACA JUGA : Budaya Bisnis Jepang yang Perlu Kamu Ketahui Saat Bekerja dengan Perusahaan Jepang

Daftar Wilayah 

Nantinya, kata Airlangga, teknis penerapan pembatasan secara terbatas ini akan dilakukan secara mikro sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo.

Pemerintah daerah dan gubernur nantinya akan menentukan wilayah mana saja yang akan dilakukan pembatasan itu.

Namun, Airlangga juga merinci daerah-daerah yang dimaksud.

Rincian wilayah penerapan PSBB di Jawa dan Bali :

1. DKI Jakarta: seluruh DKI Jakarta

2. Jawa Barat :

  • Kota Bogor
  • Kabupaten Bogor
  • Kota Depok
  • Kabupaten Bekasi
  • Kota Bekasi.

3. Banten:

  • Kota Tangerang
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang Selatan.

4. Jawa Barat di luar Jabodetabek:

  • Kota Bandung
  • Kabupaten Bandung Barat
  • Kota Cimahi.

5. Jawa Tengah:

  • Semarang Raya
  • Banyumas Raya
  • Solo Raya.

6. DIY:

  • Kabupaten Gunung Kidul
  • Kabupaten Sleman
  • Kabupaten Kulonprogo.

7. Jawa Timur:

  • Malang Raya
  • Surabaya Raya.

8. Bali:

  • Kota Denpasar
  • Kabupaten Badung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here