Nissan GT-R generasi R35 pertama kali diperkenalkan pada tahun 2007 dan segera mencuri perhatian dunia berkat teknologi canggih seperti sistem penggerak semua roda (AWD), transmisi dual-clutch, dan mesin twin-turbo V6 yang dikembangkan secara khusus. Mobil ini dengan cepat mendapat julukan “Godzilla”, melanjutkan warisan para pendahulunya dari lini Skyline GT-R.
Namun, setelah lebih dari 15 tahun tanpa pembaruan besar, tekanan regulasi emisi, standar keselamatan baru, dan pergeseran industri menuju elektrifikasi membuat Nissan akhirnya memutuskan untuk menyudahi produksi GT-R. Produksi untuk pasar Jepang dihentikan pada Maret 2025, sementara versi ekspor terakhir dijadwalkan selesai pada pertengahan tahun ini.
Baca Juga : Musim Pendakian Taman Nasional Oze Resmi Dibuka
Perpisahan dengan Gaya
Sebagai penghormatan terhadap legenda ini, Nissan merilis dua model edisi khusus sebagai penutup: Nissan GT-R Final Edition dan GT-R T-spec Final Edition, yang hanya diproduksi dalam jumlah sangat terbatas. Keduanya hadir dengan spesifikasi eksklusif, lencana perpisahan, dan sentuhan personalisasi yang dirancang untuk para kolektor dan penggemar sejati.
Masa Depan GT-R: Menuju Era Elektrifikasi?
Meskipun produksi R35 telah dihentikan, Nissan belum sepenuhnya menutup pintu bagi masa depan GT-R. Dalam beberapa pernyataan sebelumnya, para eksekutif Nissan menyebutkan bahwa “GT-R akan kembali” dalam bentuk baru yang lebih ramah lingkungan dan berteknologi tinggi, sejalan dengan visi elektrifikasi perusahaan.
Kemungkinan besar, penerus GT-R akan mengusung teknologi hybrid atau bahkan sepenuhnya listrik, namun tetap mempertahankan DNA performa yang menjadi ciri khasnya. Meski begitu, tidak sedikit penggemar yang mengaku akan merindukan raungan mesin VR38DETT dari R35 yang ikonik itu.
