Beranda » Produksi Lampion Tradisional untuk “Bon” Mencapai Puncaknya di Gifu

Produksi Lampion Tradisional untuk “Bon” Mencapai Puncaknya di Gifu

  • oleh Lilik

NIINDO – Produksi lampion tradisional buatan tangan tengah mencapai puncaknya di Prefektur Gifu, Jepang tengah, sebagai persiapan untuk periode liburan “Bon” pada pertengahan Agustus di negara ini.

Lampion-lampion semacam itu telah dibuat sejak Zaman Edo, yang berlangsung dari awal abad ke-17 hingga pertengahan abad ke-19. Produk-produk ini hampir seluruhnya dibuat dengan tangan oleh para perajin. Kertas “washi” tradisional dililitkan secara manual di sekeliling rangka lampion dan desainnya dilukis dengan tangan. Lampion-lampion ini ditetapkan sebagai salah satu kerajinan tradisional Jepang.

Produksi lampion mencapai puncaknya di sebuah bengkel di Kota Gifu di prefektur tersebut yang telah membuatnya selama 135 tahun.

Baca juga : Ribuan Lonceng Angin Hiasi Kuil di Fukuoka, Hadirkan Suasana Sejuk di Tengah Musim Panas

Selain lampion yang diletakkan di altar Buddha, permintaan untuk lampion berukuran lebih kecil yang dapat dipajang di atas meja makin meningkat.

Seorang perajin tradisional setempat, Nishide Kaho, pada Selasa (14/07/2026) tengah melukis bunga-bunga musim gugur pada lampion yang berdiameter sekitar 15 sentimeter.

Presiden sebuah perusahaan pembuat lampion, Ozeki Toshihiko, mengatakan bahwa ia ingin masyarakat di seluruh negeri merasakan daya tarik lampion-lampion tersebut, yang memancarkan cahaya lembut melalui kertas tradisional Jepang serta memiliki pola yang halus dan elegan.

Dikutip dari: NHK NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.