NIINDO – Selasa (01/07/2025) menandai 18 bulan sejak gempa dahsyat melanda beberapa wilayah di pesisir Laut Jepang, termasuk Semenanjung Noto pada 1 Januari 2024.
Jumlah korban tewas akibat gempa, termasuk mereka yang meninggal setelahnya karena penyebab terkait bencana di prefektur Ishikawa, Toyama, dan Niigata telah mencapai 616 jiwa.
Jumlahnya dapat bertambah karena otoritas terkait masih memeriksa permohonan dari keluarga yang menghendaki kematian kerabat mereka diklasifikasikan sebagai terkait bencana.
Baca juga : Pencinta Panda Ucapkan Perpisahan kepada 4 Panda di Jepang Barat
Jumlah penduduk di daerah yang dilanda gempa mengalami penurunan.
Empat kota besar dan kota kecil di wilayah Oku-Noto, bagian utara Prefektur Ishikawa, mengalami penurunan jumlah penduduk sebesar 10,7 persen pada akhir April.
Otoritas Kota Suzu mengatakan lebih dari 1.870 orang tinggal di Distrik Horyu-machi, tetapi pada akhir Mei populasinya berkurang 300 orang, menandai penurunan terbesar di kota tersebut.
Baca juga : Jalan Tol di Jepang Utara Ditutup Sementara Akibat Beruang
Sekelompok penduduk menyurvei rumah tangga setempat dan menemukan beberapa keluarga yang memiliki anak berencana untuk pindah karena prospek masa depan mereka yang tidak menentu.
Kelompok tersebut mengatakan banyak rumah tangga yang tempat tinggalnya terdaftar di distrik tersebut, tetapi menetap di Kanazawa atau kota lain.
Pemimpin kelompok tersebut, Tada Shinro, mengatakan tidak pasti apakah komunitas setempat dapat dibangun kembali dan tetap utuh.
Dikutip dari NHK NEWS
