Beranda » Pola Hidup Sehat Anak-anak Di Jepang

Pola Hidup Sehat Anak-anak Di Jepang

  • oleh

Ini adalah Jepang. Negara dengan harapan hidup tertinggi di dunia, dengan rata-rata sekitar 83,7 tahun menurut Organisasi Kesehatan Dunia. Ini juga merupakan rumah bagi anak-anak yang paling sehat di dunia, terutama berkat makanan tradisional keluarga Jepang yang telah bertahan dalam ujian waktu. Tentu saja, akan selalu ada ancaman terhadap gaya hidup sehat karena lebih banyak perusahaan makanan cepat saji seperti KFC dan McDonald’s telah memasuki pasar Jepang.

Namun, orang tua di negara lain dapat mengumpulkan beberapa informasi bermanfaat dari orang Jepang tentang bagaimana memberi makanan sehat bagi anak-anak mereka, sementara juga dapat menahan diri dan menahan anak-anak tetap aktif tanpa harus beralih menggunakan sumpit!


Makan Pintar

Jadi, kenapa Jepang memiliki prevalensi obesitas masa kanak-kanak terendah di bumi? Beberapa penelitian telah diterbitkan dengan mengutip bahwa seorang anak yang lahir di Jepang hari ini akan memiliki “kehidupan yang lebih lama dan lebih sehat” dibandingkan dengan seorang anak yang lahir di negara lain di dunia. Bukan rahasia lagi bahwa negara ini selalu memiliki pendekatan unik untuk diet dan olahraga.

Dengan obesitas menjadi salah satu masalah kesehatan paling menantang di dunia saat ini, terutama di kalangan anak-anak, Jepang mampu mengatasi masalah ini. Hal ini karena setiap rumah tangga dan sekolah di negara tersebut mempromosikan jenis disiplin tertentu lebih menekankan pada memakan buah dan sayuran sambil mengurangi makanan yang kaya gula dan lemak jenuh seperti daging dan susu.

Selain itu, saat anak-anak diajari sejak usia muda bagaimana makanan tumbuh, disiapkan, dan dimakan, mereka dapat menghargai nilainya dan lebih cenderung mengembangkan pola makan yang sehat. Satu hal yang bisa dipelajari dari pendekatan Jepang untuk mengembangkan gaya hidup makan sehat bagi anak-anak adalah dengan segera menghilangkan godaan manis dari lemari dan lemari es, dan hanya menikmati makanan seperti itu saat makan di luar.

Cara makanan yang disajikan juga merupakan faktor kunci dalam perkembangan kebiasaan makan sehat. Alih-alih menyajikan makanan dalam kursus, masing-masing orang diberi semangkuk nasi kecil bersama dengan hidangan lainnya seperti sayuran, ikan, daging, atau miso dalam ukuran sedang. Hal ini memungkinkan anak-anak mencicipi berbagai jenis makanan dalam porsi yang bisa mereka makan, dan lebih mudah merasa kenyang saat mengonsumsi lebih sedikit kalori.

Peran Sekolah


Diet sehat saja tidak akan membawa Anda ke sana: latihan fisik sama pentingnya. Rahasia lain mengapa anak-anak Jepang begitu sehat adalah bahwa alih-alih membawa bus sekolah untuk membawa mereka ke sekolah, mereka berjalan ke sekolah dan kembali setiap hari. Berkat lingkungan yang sangat ramah anak di Jepang, orang tua tidak perlu terlalu khawatir akan bahaya bertemu orang asing yang menakutkan.

Hanya dengan berjalan ke sekolah setiap hari, banyak anak dapat berolahraga minimal 60 menit setiap hari. Selain sehat, sekolah juga menekankan bahwa jalan sekolah belajar anak-anak bagaimana bersosialisasi dalam kelompok yang lebih besar. Tetapi bagi orang tua yang merasa tidak mungkin membiarkan anak-anak mereka berjalan ke sekolah, ada beberapa alternatif yang dapat Anda pikirkan untuk melibatkan anak-anak Anda dalam aktivitas fisik, seperti mengajak mereka berpartisipasi dalam kegiatan klub after school yang sporty yang sangat umum dilakukan di Jepang.

Bagaimana menurut Anda, mungkinkah mengadopsi kebiasaan Jepang ini membantu anak-anak di seluruh dunia mengatasi epidemi obesitas? Atau apakah itu tidak sesuai dengan gaya hidup modern di belahan dunia lain?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.