Beranda Healty Permohonan Banding Ekstradisi 2 Pria Pelaku Penyelundupan Bos Nissan Jepang Ditolak Pengadilan...

Permohonan Banding Ekstradisi 2 Pria Pelaku Penyelundupan Bos Nissan Jepang Ditolak Pengadilan Federal Tinggi Federal AS

24
0
Mantan CEO Nissan Motor Jepang Carlos Ghosn. Foto istimewa

NIINDO.COM – Pengadilan Tinggi Federal Amerika Serikat (AS) menolak permohonan banding ekstradisi dua pria ke Jepang. Keduanya menghadapi dakwaan membantu penyelundupan mantan CEO Nissan Motor Jepang, Carlos Ghosn, yang melarikan diri dari Jepang pada Desember 2019.

Dikutip dari Kyodo News, Pengadilan tinggi Federal di Boston menguatkan keputusan pengadilan distrik pada akhir Januari bahwa Michael Taylor, mantan pasukan khusus AS (Green Beret) berusia 60 tahun, dan putranya yang berusia 27 tahun, Peter Taylor, harus diserahkan kepada pihak berwenang Jepang.

BACA JUGA : Dubes Heri Ahmadi: Bali dan Kumamoto Bersiap Jadi Sister Province Pariwisata dan Perdagangan

Keputusan pengadilan distrik itu dikeluarkan setelah Departemen Luar Negeri AS menyetujui ekstradisi kedua pria itu Oktober lalu atas permintaan otoritas penegak hukum Jepang.

Tim pembela hukum kedua pria tersebut berargumen bahwa mereka akan menerima hukuman maksimal jika mereka dikirim ke pihak berwenang Jepang. Alasan kedua adalah, kepergian Ghosn yang terjerat kasus korupsi terjadi pada saat dia dibebaskan secara sah dengan jaminan oleh pihak pengadilan Jepang.

Menurut dokumen pengadilan distrik AS, keluarga Taylors diduga membantu Ghosn yang menyelinap keluar dari Jepang pada Desember 2019 dengan bersembunyi di dalam sebuah kotak besar. Ghosn, ditangkap oleh aparat kejaksaan Tokyo pada 2018 dan kemudian dibebaskan dengan jaminan.

Menurut dokumen pengadilan, Peter bertemu Ghosn di Grand Hyatt Hotel di Tokyo pada akhir Desember 2019. Sedangkan Michael Taylor dan George-Antoine Zayek yang hingga kini masih buron, terbang ke Osaka menggunakan pesawat jet pribadi dari Dubai. Keduanya membawa dua kotak besar berwarna hitam.

“Kotak hitam itu mirip kotak perlengkapan audio. Michael dan Zayek mengatakan kepada petugas bandara Kansai bahwa mereka adalah musisi,” begitu bunyi dokumen pengadilan.

BACA JUGA : Tiket Shinkansen Jepang Khusus 5 Hari Hanya 20.000 Yen Mulai 1 April ,Luar Biasa!

Keempat pria bertemu lagi pada 29 Desember 2019 sore hari di hotel itu.
Dari situ, Peter berangkat ke Bandara Narita dan menaiki penerbangan ke Cina.
Tiga orang lainnya termasuk Ghosn naik kereta ke Osaka dan bertemu di sebuah hotel.

Michael dan Zayek keluar hotel dengan barang bagasi berupa dua kotak hitam besar dan berangkat menuju bandara Osaka.

“Tidak ada rekaman yang menunjukkan Ghosn meninggalkan Ruangan 4609 hotel itu. Ghosn bersembunyi di salah satu dari dua kota besar hitam yang dibawa Michael dan Zayek,” begitu bunyi dokumen pengadilan.

Bagasi itu melewati pos pemeriksaan di Bandara Osaka tanpa melewati pemindaian scanner bandara.
Kedua boks itu lalu dimasukkan ke sebuah pesawat jet pribadi, yang berangkat ke Turki.
Dua hari kemudian pada 31 Desember 2019, Carlos Ghosn mengumumkan dia telah berada di Lebanon tempat kelahirannya. Jepang tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Lebanon.

Carlos Ghosn, yang memimpin Nissan selama hampir dua dekade, seharusnya diadili di Jepang atas tuduhan bahwa dia menyalahgunakan dana perusahaan dan mengecilkan remunerasinya sebesar miliaran yen selama beberapa tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here