NIINDO- Badan Meteorologi Jepang (JMA) telah mengakhiri peringatan terkait potensi gempa besar di wilayah Jepang bagian utara dan timur. Peringatan tersebut sebelumnya dikeluarkan menyusul gempa kuat bermagnitudo 7,5 yang terjadi pada 8 Desember lalu.
Gempa tersebut tercatat mencapai intensitas 6 kuat di Kota Hachinohe, Prefektur Aomori, berdasarkan skala intensitas gempa Jepang yang berkisar dari nol hingga 7. Dampak gempa memicu dikeluarkannya peringatan siaga serta kewaspadaan tsunami di sejumlah wilayah pesisir Hokkaido dan kawasan Tohoku.
Dalam situasi tersebut, JMA sempat mengeluarkan “Peringatan Kewaspadaan Gempa Lanjutan di Lepas Pantai Hokkaido dan Sanriku” yang mencakup 182 kota dan wilayah di tujuh prefektur, yakni Hokkaido, Aomori, Iwate, Miyagi, Fukushima, Ibaraki, dan Chiba. Peringatan ini didasarkan pada meningkatnya potensi aktivitas seismik di sepanjang Palung Jepang dan Palung Chishima di wilayah Pasifik utara.
Mau cari kerja ke Jepang? ke Mahajob aja!
Selama masa peringatan, masyarakat diminta untuk mempersiapkan tas darurat dan memastikan kesiapan evakuasi jika terjadi gempa susulan. Peringatan resmi tersebut berakhir pada Selasa, 16 Desember 2025, tepat pukul 00.00 waktu setempat.
Meski demikian, Badan Meteorologi Jepang menegaskan bahwa berakhirnya peringatan bukan berarti risiko gempa besar telah hilang. Gempa dengan kekuatan signifikan masih dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa tanda peringatan khusus.
Oleh karena itu, warga di wilayah terdampak tetap diimbau untuk selalu waspada, rutin memeriksa lokasi dan jalur evakuasi, serta memastikan perabotan di dalam rumah terpasang dengan aman guna meminimalkan risiko cedera saat gempa terjadi.
Dikutip dari NHKNEWS
