NIINDO – Peneliti Jepang mengatakan telah menentukan waktu yang tepat bagi orang-orang untuk menyantap sasyimi tuna setelah pengawabekuan.
Diketahui bahwa beberapa asam amino pada ikan segar yang mengeluarkan rasa gurih akan meningkat saat ikan itu disimpan dalam keadaan beku. Namun, risiko pembusukan akan meningkat jika ikan dibekukan dalam waktu lama.
Sekelompok peneliti di Institut Riken dan Universitas Hiroshima melakukan penelitian untuk mengidentifikasi waktu yang tepat untuk menyantap ikan setelah pengawabekuan.
Baca juga : Salju Lebat Diperkirakan Melanda Pesisir Laut Jepang hingga Minggu
Dengan fokus pada tekstur dan kekenyalan, mereka menggunakan mikroskop khusus untuk mempelajari penurunan massa otot ikan saat disimpan dalam keadaan beku. Para peneliti mengawabekukan filet tuna dan menyimpannya pada suhu rendah untuk mengamati perubahan dalam struktur ototnya.
Mereka menemukan ada sekitar tiga proses degradasi. Ada sedikit perubahan dalam 12 jam setelah pengawabekuan, terdapat degradasi yang diikuti oleh stabilisasi dalam waktu 24 hingga 48 jam, dan hanya beberapa serat otot yang tersisa dalam waktu 48 hingga 72 jam setelah diawabekukan.
Para peneliti mengatakan bahwa waktu terbaik untuk memakan ikan yang diawabekukan berbeda-beda pada tiap orang. Mereka merekomendasikan orang-orang yang lebih menyukai tekstur padat untuk memakan tuna dalam waktu 12 jam setelah mengawabekukannya.
Baca juga : Curah Salju Lebih Tinggi Melanda Banyak Wilayah di Jepang
Bagi mereka yang ingin menikmati keseimbangan yang baik antara tekstur lembut dan rasa, disarankan untuk menunggu 24 hingga 48 jam.
Kepala tim peneliti ini, Watanabe Tomonobu, mengatakan praktik memakan ikan mentah menyebar di seluruh dunia, tetapi hanya ada sedikit teknik untuk mengevaluasi kesegaran ikan di luar Jepang.
Diutip dari NHK NEWS
