NIINDO – Kementerian Pertanian Jepang mengatakan akan mulai menjual stok beras pemerintah langsung ke pengecer, agar beras tersebut dapat sampai ke konsumen dengan harga lebih rendah.
Rencana ini diterapkan menyusul serangkaian lelang kompetitif yang gagal menurunkan lonjakan harga makanan pokok tersebut.
Pejabat di kementerian mengatakan stok beras pemerintah sekarang akan dilepaskan melalui kontrak tanpa tender dengan pengecer besar, termasuk platform niaga-el yang dapat menangani beras dalam jumlah besar.
Sebanyak 300.000 ton stok beras dari tahun 2021 dan 2022 akan dijual. Harganya akan ditetapkan sekitar setengah dari harga rata-rata penawaran pemenang dari lelang terakhir.
Baca juga : Perluasan Bandara Narita Dimulai, Termasuk
Artinya, pengecer akan membayar 963 yen, atau sekitar 6,7 dolar, untuk sekarung beras ukuran 5 kilogram.
Dengan memasukkan biaya distribusi, harga eceran sebelum pajak kemungkinan sekitar 2.000 yen, atau sekitar 14 dolar.
Awal bulan ini, supermarket di seluruh Jepang telah menjual beras dalam volume yang sama dengan harga rata-rata lebih dari 4.000 yen.
Kementerian mulai menerima permintaan dari pengecer pada Senin (26/05/2025). Kementerian mengatakan stok beras tersebut dapat tersedia di toko paling cepat pada awal Juni.
Baca juga : Hari Terakhir Pertunjukan Panda di Luar Ruangan di Shirahama
Menteri Pertanian Koizumi Shinjiro dalam pertemuan perdana gugus tugas yang melaksanakan rencana tersebut mengatakan, “Tidak diragukan lagi, prioritas utama Kementerian Pertanian adalah menstabilkan harga beras. Kita menghadapi tantangan mendesak untuk menyediakan beras murah dan lezat kepada konsumen secepat mungkin agar konsumen tidak menjauh dari makanan pokok tersebut. Ini adalah tanggung jawab kita.”
Satuan tugas tersebut nantinya akan beranggotakan sekitar 500 orang, termasuk personel dari biro daerah.
Dikutip dari NHK NEWS
