Beranda » Pelajar SMP Alam Cikeas Mempelajari Pengelolaan Lingkungan di Jepang

Pelajar SMP Alam Cikeas Mempelajari Pengelolaan Lingkungan di Jepang

  • oleh

Rombongan pelajar kelas 3 SMP Alam Cikeas melakukan Study Tour ke Jepang dan  mengunjungi Konsulat Jendral RI Osaka Jepang pada 17 Oktober 2017, dikutip dari situs resmi KJRI Osaka

Dalam kunjungan tersebut, para pelajar SMP Alam Cikeas mempelajari tentang bagaimana pengelolaan lingkungan di Jepang. Kunjungan yang diikuti oleh 28 siswa/i tersebut difokuskan untuk mempelajari teknologi pengelolaan/pengolahan sampah di Jepang, teknologi penjernihan air, ekowisata dan ekobudaya serta teknologi pembangunan Kansai Airport. SMP Cikeas juga bermaksud untuk melakukan penjajagan kerjasama dengan SMP di Jepang yang memiliki karakteristik atau visi serupa.

“Di Jepang tidak mudah menemukan tempat sampah umum, namun lingkungan sangat terjaga kebersihannya. Hal ini disebabkan masyarakat Jepang memiliki budaya yang disiplin, tertib dan cinta terhadap kebersihan lingkungan”. Demikian ditekankan oleh Konsul Jenderal RI Osaka dalam menerima kunjungan rombongan SMP Alam Cikeas tanggal 17 Oktober 2017.

Sekitar 70-100 tahun lalu, di Jepang masih marak terjadi pencemaran lingkungan. Namun demikian, Jepang melakukan pembenahan baik dari segi sistem pengelolaan lingkungan maupun penguatan budaya pelestarian lingkungan di antara masyarakatnya.

Di Osaka, saat ini setidaknya terdapat 7 pusat pengelolaan sampah yang merupakan salah satu bagian terpenting dari sistem. Konsul Jenderal berharap kalangan pelajar dan generasi muda Indonesia dapat memetik pelajar penting dari kunjungan ke Jepang khususnya budaya-budaya positif dalam kehidupan sehari-hari seperti merawat lingkungan sekitar.

SMP Alam Cikeas memiliki program Study Tour ke Jepang yang rutin diselenggarakan tiap tahun bagi Pelajar Kelas 3 tingkat SMP. Program ini merupakan bagian dari kurikulum pendidikan pengelolaan lingkungan yang dimiliki SMP Alam Cikeas. Melalui kunjungan tersebut, diharapkan para Pelajar dapat memperoleh gambaran dan pemahaman yang menyeluruh tentang sistem dan budaya pemeliharaan lingkungan yang moderen. Jepang dipilih sebagai negara tujuan belajar karena negara tersebut dianggap telah memiliki sistem dan budaya yang mapan sehingga bisa menjadi acuan bagi Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Direktur SMP Alam Cikeas, Kunti Indra K.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.