Beranda » Pangeran Hisahito Hadiri Ritual Kenakan Mahkota, Momen Bersejarah Bagi Kekaisaran Jepang

Pangeran Hisahito Hadiri Ritual Kenakan Mahkota, Momen Bersejarah Bagi Kekaisaran Jepang

NIINDO – Suasana khidmat menyelimuti Istana Kekaisaran Tokyo ketika Pangeran Hisahito, satu-satunya cucu laki-laki Kaisar Emeritus Akihito, menjalani ritual kedewasaan Kakan-no-Gi. Upacara ini menandai transisi resminya menuju kedewasaan, sekaligus momen penting dalam tradisi turun-temurun keluarga kekaisaran Jepang.Dalam prosesi tersebut, Pangeran Hisahito awalnya mengenakan busana tradisional berwarna krem yang melambangkan masa kanak-kanak. Ia kemudian menerima kanmuri (mahkota hitam tradisional) sebagai simbol kedewasaan. Setelah mengenakan mahkota, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Kaisar Naruhito serta orang tuanya, sambil berjanji akan menunaikan tanggung jawabnya sebagai anggota dewasa keluarga kekaisaran.

Baca Juga : Hujan Lebat Ancam Wilayah Kanto Mulai Rabu Sore

Usai prosesi, sang pangeran berganti pakaian hitam resmi lalu menaiki kereta kuda kerajaan untuk berdoa di tiga kuil suci dalam kompleks istana. Siang harinya, ia menghadap Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako di ruang prestisius Matsu-no-Ma. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menerima Grand Cordon dari Supreme Order of the Chrysanthemum, sebuah penghargaan tertinggi yang diberikan kepada anggota keluarga kerajaan dewasa.

Rangkaian acara belum berhe kuthanti di situ. Pangeran Hisahito dijadwalkan melakukan kunjungan ke Kuil Agung Ise di Prefektur Mie, makam Kaisar Jinmu di Nara, hingga makam kakek buyutnya, Kaisar Hirohito, di Tokyo. Perjalanan ini akan disertai pertemuan dengan Perdana Menteri Shigeru Ishiba beserta tokoh pemerintahan Jepang lainnya.

Momen ini menjadi sangat bersejarah karena Pangeran Hisahito adalah pria pertama dalam 40 tahun terakhir yang menjalani upacara kedewasaan kekaisaran. Namun, sorotan publik juga tertuju pada krisis suksesi yang dihadapi monarki tertua di dunia ini. Dengan aturan pewarisan yang hanya mengizinkan laki-laki naik takhta, banyak pihak menilai bahwa Hisahito mungkin menjadi pewaris laki-laki terakhir jika aturan tidak direvisi.

Upacara ini bukan hanya meneguhkan kedewasaan Pangeran Hisahito, tetapi juga menandai fase baru dalam perjalanan panjang Kekaisaran Jepang—sebuah tradisi kuno yang kini menghadapi tantangan modern.

Sumber dari AP NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.