Kasus teror penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan menjadi viral diberbagai media lokal maupun internasional. Penyidik senior KPK tersebut sampai disebut sebagai penyidik perkara korupsi oleh TIME.
TIME telah melakukan wawancara terhadap Novel ketika ia sedang melakukan perawatan di Singapura. Pada saat wawancara tersebut Novel secara terang – terangan memaparkan kasus teror yang tengah menimpanya. Ia merasa 2 bulan penyelidikan kasus tersebut tanpa ada suatu hasil yang pasti mengenai dalang teror penyiraman air keras itu.
“Sebenarnya saya sudah menerima informasi bila seorang jenderal polisi …seorang pejabat polisi tingkat atas ….telah terlibat. Awalnya, saya mengatakan bila informasi itu bisa saja salah. Namun kini ketika telah 2 bulan berlalu dan kasus tersebut belum juga terpecahkan, saya katakan, perasaan terhadap informasi itu bisa saja benar”, ujar Novel kepada pihak TIME (14/6/2017).
Hasil wawancara yang dilakukan TIME pada tanggal 10 Juni lalu, Novel memberikan keterangan secara terbuka. Selama proses perawatan untuk penyembuhan mata Novel masih tetap dilakukan, namun TIME mengatakan bahwa kondisi penglihatan Novel masih kabur.
Sementara Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengaku belum membaca menganai hal tersebut. namun ia meminta kepada Novel untuk dapat memberikan keterangan jelas mengenai hal tersebut dalam berita acara pemeriksaan (BAP) untuk bisa ditindak lanjut secara hukum.
