
NIINDO - Lebih dari 75.000 bangunan rusak di Prefektur Ishikawa, Jepang tengah, akibat gempa dahsyat pada 1 Januari. Tujuh pekan kemudian, banyak di antaranya belum dibongkar atau diperbaiki.
Muramoto Katsutoshi tinggal di Kota Suzu, salah satu daerah yang terkena dampak paling parah. Rumahnya miring akibat gempa dan kini dianggap tidak aman. Ia baru saja menyelesaikan perbaikan untuk kerusakan akibat gempa sebelumnya tahun lalu, ketika gempa besar terjadi pada 1 Januari.
Muramoto mengatakan, "Saya muak. Saya memperbaiki rumah setelah gempa bulan Mei karena sepertinya saya bisa terus tinggal di sana pada saat itu. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Apa yang akan terjadi, terjadilah."
Bisnis yang melakukan pekerjaan pembongkaran juga terdampak parah.
BACA JUGA : Menteri Perindustrian Jepang Minta Operator Fukushima Daiichi Pastikan Keselamatan
Yanagi Kazuhiko menjalankan perusahaan pembongkaran di Suzu. Pihaknya baru dapat melakukan pembersihan puing-puing di jalan karena belum mampu membongkar bangunan-bangunan yang rusak.
Yanagi mengatakan, "Saya berharap kita dapat pulih dari bencana ini secepat mungkin."
Kelima karyawannya terkena dampak bencana tersebut. Mereka tinggal di gubuk prefabrikasi yang didirikan di kompleks perusahaan sambil bekerja untuk mempertahankan agar bisnis tetap berjalan.
Salah satu karyawan mengatakan, "Perusahaan kami berakar pada komunitas lokal dan kami telah mendapatkan kepercayaan semua orang selama bertahun-tahun. Jadi, kami tidak bisa berhenti bekerja meskipun terkena bencana."
Dikutip dari NHK News
