
NIINDO - Menteri Perindustrian Jepang menginstruksikan operator PLTN Fukushima Daiichi untuk mengambil tindakan menyeluruh guna menjamin keselamatan menyusul serangkaian insiden kebocoran air di PLTN tersebut.
Saito Ken bertemu dengan presiden Perusahaan Tenaga Listrik Tokyo (TEPCO), Kobayakawa Tomoaki, pada Rabu (21/02/2024).
Awal bulan ini, air yang tidak diolah bocor dari ventilasi luar alat penyaring di PLTN Fukushima Daiichi. Pada Oktober, lima pekerja di PLTN itu terkena paparan langsung cairan yang mengandung zat radioaktif.
Kobayakawa menyampaikan permintaan maaf karena menimbulkan kekhawatiran besar. Ia mengatakan bahwa dari sudut pandang keselamatan, masalah tersebut seharusnya tidak terjadi dan ia menanganinya dengan sangat serius.
BACA JUGA : Panti Jompo Jepang dengan 6 Pekerja Indonesia dapat Safe Award dari Pemerintah Tochigi
Saito mengatakan insiden itu akan memicu kekhawatiran masyarakat setempat dan wilayah lain di Jepang serta luar negeri mengenai keselamatan pekerjaan TEPCO dalam membongkar PLTN tersebut. Ia meminta Kobayakawa untuk menganggapnya sebagai masalah manajemen yang serius.
Menteri itu mendesak TEPCO untuk melakukan analisis guna menentukan apakah insiden tersebut memiliki kesamaan. Ia juga menyerukan penggunaan teknologi digital untuk mencegah kesalahan.
Kobayakawa mengatakan kepada wartawan setelah pertemuan tersebut bahwa seperti yang diinstruksikan, perusahaannya dengan bantuan para ahli dari luar akan mempelajari langkah-langkah efektif guna mencegah kesalahan serta mengurangi ketergantungan pada manusia.
Dikutip dari NHK News
