ニュース一覧に戻る
教育2026年10月12日

Para Peneliti Menekan Protein yang Terkait Alzheimer pada Tikus

Peneliti Jepang menemukan bahwa aktivasi sistem glimfatik mampu mengurangi penumpukan protein tau hingga 40 persen dalam percobaan pada tikus. Temuan ini berpotensi membuka jalan bagi pengembangan metode untuk memperlambat Alzheimer.

Para Peneliti Menekan Protein yang Terkait Alzheimer pada Tikus

NIINDO - Kelompok peneliti di Jepang mengatakan bahwa dalam sebuah percobaan pada tikus, mereka berhasil menekan penumpukan protein penting yang diduga menyebabkan penyakit Alzheimer dengan mengaktifkan mekanisme pembersihan limbah otak.

Kelompok yang terdiri dari para peneliti dari Universitas Tokyo dan Universitas Niigata itu memfokuskan pada sistem yang dikenal sebagai "sistem glimfatik".

Para ilmuwan mengajukan hipotesis bahwa otak manusia dan hewan lainnya menggunakan sistem ini untuk membuang limbah metabolisme dari otak melalui cairan serebrospinal dan cara lainnya.

Kelompok tersebut meneliti apakah mengaktifkan aliran cairan serebrospinal akan menyebabkan perubahan jumlah protein tau yang menumpuk di otak.

Baca juga : Layanan Kereta Kumamoto Kembali Beroperasi Penuh Pascagempa

Kelompok peneliti itu menggunakan tikus yang direkayasa secara artifisial untuk meningkatkan jumlah protein tersebut. Dalam penelitian itu, sebagian tikus selama tiga bulan diberikan obat yang memfasilitasi aliran cairan tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa akumulasi protein tau sekitar 40 persen lebih rendah pada tikus yang diberi obat dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi obat.

Kelompok peneliti tersebut mengatakan percobaan ini menunjukkan bahwa perkembangan penyakit Alzheimer dapat diperlambat dengan mengaktifkan fungsi pembersihan alami otak.

Yamada Kaoru, seorang lektor kepala di Universitas Tokyo, mengatakan bahwa keamanan dan kemanjuran pengobatan tersebut perlu diverifikasi dengan hati-hati sebelum metode ini dapat diterapkan pada manusia. Ia mengatakan bahwa para peneliti berharap untuk meneliti lebih dalam mekanisme pembersihan limbah otak.

Dikutip dari: NHK NEWS

https://youtu.be/Z_qIqKal1do?si=ygc2lBH7aAAmjjvf