
NIINDO.COM - NHK mendapat informasi bahwa penyelenggara kontes buku laporan Jepang untuk siswa telah mengecualikan setidaknya 10 karya karena berisi kalimat yang dihasilkan dengan kecerdasan buatan (AI).
Kontes ini dimulai lebih dari setengah abad yang lalu, dengan karya-karya yang dikirimkan melalui SD hingga SMA di seluruh Jepang.
Penyelenggaranya, Asosiasi Perpustakaan Sekolah Jepang, mengatakan ada sekitar 2,6 juta karya peserta pada tahun ajaran ini.
Pejabat asosiasi mengatakan mereka mengidentifikasi beberapa karya yang tampaknya tidak ditulis oleh para peserta sendiri. Pejabat mengatakan, di antara karya itu, setidaknya ada 10 peserta yang mengaku menggunakan AI generatif untuk menulis.
Baca juga : Tokyo Mulai Pelajaran Bahasa Jepang untuk Siswa Asing di SMA
Dalam membatalkan karya tersebut, asosiasi itu menekankan bahwa pedoman keikutsertaannya menetapkan bahwa karya itu tidak boleh berisi materi plagiat atau kutipan tidak patut lainnya.
AI generatif diperkirakan akan berdampak pada pendidikan. Teknologi ini dapat digunakan untuk mengoreksi, mempertajam ide, dan keperluan lainnya.
Asosiasi tersebut mengatakan yakin hanya sejumlah kecil orang yang menggunakan teknologi itu secara tidak sepatutnya.
Asosiasi tersebut mengatakan pihaknya berencana untuk mempertimbangkan bagaimana AI dapat digunakan bersamaan dengan prinsip bahwa siswa menulis buku laporan dengan kata-kata mereka sendiri.
Dikutip dari NHK World japan
