Kembali ke Berita
Teknologi28 Februari 2024

Dianggap Mukjizat, Wahana SLIM di Bulan Bangun dari Mati Suri

image search: google.com

Dianggap Mukjizat, Wahana SLIM di Bulan Bangun dari Mati Suri

NIINDO - Wahana SLIM milik Jepang berhasil mendarat dengan akurat di permukaan bulan pada awal tahun ini, namun kemudian sempat kehilangan kontak dengan Bumi. Belakangan, lembaga antariksa Jepang, JAXA, mengumumkan wahana tersebut berhasil berkomunikasi dengan Bumi. Tim menganggap hal ini sebagai "mukjizat" karena pendarat tersebut tidak dirancang bertahan selama malam bulan, ketika suhu dapat turun hingga minus 338 derajat Fahrenheit.

Home Fenomena Alam Ruang Angkasa Penemuan Indeks Home Fenomena Alam Ruang Angkasa Penemuan Indeks Log in Home Ruang Angkasa Dianggap Mukjizat, Wahana SLIM di Bulan Bangun dari Mati Suri Mohammad Saifulloh Selasa, 27 Februari 2024 - 20:05 WIB views: 4.439 SLIM berhasil mendarat di Bulan dengan presisi pada Sabtu, 20 Januari. (Foto: JAXA) A A A JAKARTA - Wahana SLIM milik Jepang berhasil mendarat dengan akurat di permukaan bulan pada awal tahun ini, namun kemudian sempat kehilangan kontak dengan Bumi. Belakangan, lembaga antariksa Jepang, JAXA, mengumumkan wahana tersebut berhasil berkomunikasi dengan Bumi. Tim menganggap hal ini sebagai "mukjizat" karena pendarat tersebut tidak dirancang bertahan selama malam bulan, ketika suhu dapat turun hingga minus 338 derajat Fahrenheit. "Sebuah perintah telah dikirim ke SLIM semalam dan sebuah balasan telah diterima, mengonfirmasi bahwa SLIM bertahan selama malam di permukaan bulan sambil mempertahankan kemampuan komunikasi!," tulis JAXA di X, dikutip dari Essanews, Selasa (27/2/2024). Sebelum misi ke Bumi, JAXA menekankan bahwa SLIM tidak dirancang untuk menahan kondisi yang keras dari malam bulan selama dua minggu.

BACA JUGA : Perusahaan Makanan Laut Jepang Berupaya Perluas Ekspor Kerang Simping

SLIM berhasil mendarat di Bulan dengan presisi pada Sabtu, 20 Januari. Kendati demikian, masalah muncul ketika sel surya kendaraan itu salah posisi dan tidak dapat menghasilkan daya. Untungnya, delapan hari kemudian, SLIM berhasil mendapatkan daya karena terjadi pergeseran arah sinar matahari. Dalam beberapa hari berikutnya, pendarat itu dapat mengumpulkan data geologis dari batuan bulan. Pada akhir Januari, pendarat tersebut memasuki keadaan hibernasi untuk menahan malam bulan.

Dalam pos berikutnya di Platform X, tim mengumumkan komunikasi dengan SLIM telah terputus. Namun, akhirnya wahana ini kembali pulih. SLIM membawa kamera khusus yang dirancang khusus untuk pengamatan mineral permukaan bulan. Kamera ini memainkan peran penting dalam pencarian petunjuk tentang asal-usul Bulan dengan membandingkan komposisi mineral batuan bulan dengan yang ditemukan di Bumi.

Dikutip dari SINDONews

https://www.youtube.com/watch?v=p0ku_ZeV2mE&t=12s