Peningkatan Ekspor Bulan Januari 2018, Mengawali Kinerja Positif Perdagangan Indonesia ke Pasar Jepang
Sesuai laporan ITPC Osaka pada (22/03/2018), diawal tahun 2018, ekspor Indonesia ke Jepang tercatat mencapai USD 1,8 miliar, mengalami peningkatan signifikan sebesar 24,9% dibandingkan dengan ekspor pada Januari 2017. Kinerja ekspor yang baik pada Januari 2018 tersebut didorong oleh penguatan ekspor non migas yang naik 19,5% (YoY) menjadi sebesar USD 1,4 miliar serta ekspor migas yang meningkat sebesar 49,8% (YoY) menjadi sebesar USD 379,6 juta. Positifnya kinerja ekspor di awal tahun ini memperkuat optimisme pencapaian target kinerja ekspor Indonesia ke Jepang di tahun 2018.

Optimisme pencapaian target ekspor juga diperkuat dengan peningkatan sebagian besar produk utama ekspor non migas ke Jepang. Selama Januari 2018, ekspor non migas ke Jepang didominasi oleh batubara (HS 27), mesin/peralatan listrik (HS 85), serta karet dan barang dari karet (HS 40) yang nilainya meningkat masing-masing sebesar 7,7%, 14,5%, dan 67,7% dibandingkan dengan Januari tahun sebelumnya. Selain itu, produk lainnya yang mengalami peningkatan ekspor yang cukup besar antara lain nikel (HS 75) yang naik sebesar 49,5% (YoY), plastik dan barang dari plastik (HS 39) yang naik sebesar 15,3%, serta mesin-mesin/pesawat mekanik (HS 84) dan alas kaki (HS 64) yang naik sebesar 13,4% (YoY).
Selama Desember 2017, Indonesia merupakan negara ASEAN yang menjadi pemasok terbesar di pasar Jepang setelah Thailand. Pada periode tersebut, pangsa impor Jepang dari Indonesia mencapai 3,1% sementara pangsa impor dari Thailand mencapai 3,2%. Meskipun demikian, pertumbuhan impor Jepang dari Indonesia merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Impor Jepang dari Indonesia pada Desember 2017 tumbuh hingga 27,7% (YoY), sedangkan impor dari Thailand, Malaysia, dan Vietnam hanya tumbuh masing- masing sebesar 20,2%, 21,8%, dan 14,5%.
Pada bulan Januari 2018, neraca perdagangan dengan Jepang mengalami surplus sebesar USD 400,5 juta, lebih tinggi dari surplus perdagangan pada Januari 2017 yang mencapai USD 384,8 juta. Surplus perdagangan pada periode ini masih didorong oleh surplus perdagangan migas yang meningkat dari sebesar USD 251,4 juta pada Januari 2017 menjadi sebesar USD 377,6 juta. Sementara itu, surplus perdagangan non migas pada Januari 2018 sebesar USD 22,9 juta.
