Beranda » Nakamura Rika, Kisah Wanita Penghafal Qur’an Di Negeri Sakura

Nakamura Rika, Kisah Wanita Penghafal Qur’an Di Negeri Sakura

  • oleh

Jepang – Sebuah negara kecil yang terletak di Asia Timur, secara geografis letak jepang memang cukup jauh dari negeri Muslim baik dari Asia Tenggara Maupun Timur Tengah menjadikan negeri ini kurang memiliki kedekatan dengan Islam.

Tidak banyak orang Islam yang berada di negeri ini bahkan mungkin hanya sedikit orang Jepang yang mengenal Islam. Mayoritas warganya beragama Shinto – sebuah agama yang berasal dari kepercayaan nenek moyang bangsa Jepang.

Namun, Allah memang Maha Penyayang. Letak geografis tidak menjadikan penghalang Hidayah (baca : petunjuk) bagi mereka mengenal Islam. Seperti kisah Hafidzoh muda dari negeri sakura ini.

Namanya, Nakamura Rika seorang keturunan Campuran antara Jepang – Indonesia. Ayahnya berasal dari Jepang sedang Ibunya berasal dari Indonesia.

Berdasarkan penuturannya Rika mengaku bahwa hanya dia satu-satunya perempuan muslim yang ada di sana. Tidak mudah menjalankan Islam di negerinya. Butuh perjuangan Ekstra dan kesabaran yang tiada tara.

Suatu ketika waktu Shalat tiba saat dia berada di sekolahnya, namun tidak seperti di Indonesia dengan mudah menemukan tempat kecil bernama mushola. Dia harus mencari tempat yang pas untuk melaksanakan salat di sekolahnya. Terkadang dia gunakan ruangan yang tidak terpakai atau di bawah tangga. Dia mencari tempat yang tak banyak orang berlalu-lalang.

Di negerinya untuk sekedar menunaikan kewajiban Shalat lima waktu saja sangatlah sulit. Terlebih untuk belajar mengenal Islam lebih dalam dan intensif serta menghafal Alqur’an. Akhirnya dia mengetahui sebuah informasi untuk belajar menghafal alqur’an secara intensif di salah satu pesantren di Indonesia.

Ia gunakan informasi tersebut sebagai penguat keinginannya belajar Islam dan menghafal Alqur’an. Alhamdulillah, Allah berikan kesempatan padanya untuk belajar Islam dan menghafal qur’an sehingga ilmu tersebut menjadi penguat semangatnya untuk menyebarkan Islam di negerinya.

Subhanallah, benarlah firman Allah “ … jika ada keinginan (azam) maka bertawakallah pada Allah” dan “ …Setelah kesusahan ada kemudahan..”. Masihkah kemudahan belajar Islam di negeri kita, kita abaikan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.