Beranda » Menurut Akademisi Jepang, Negara Indonesia Sudah Berada di Jalur yang Benar

Menurut Akademisi Jepang, Negara Indonesia Sudah Berada di Jalur yang Benar

  • oleh

Dalam  acara jakarta Geopolitical, yang digelar oleh Lembaga Ketahanan Nasional di Jakarta kemarin, menurut Akademisi Universitas Tokyo, Jepang, Satoshi Mori berpendapat bahwa Negara Indonesia dapat menjadi pemain penting dalam ekonomi dunia, jika terus berfokus pada dunia pendidikan. Menurutnya, Indonesia harus berfokus pada pendidikan untuk dapat mengembangkan produk – produk teknologi tinggi agar bisa bergabung bersama deretan negara yang memiliki kekuatan ekonomi dunia.

Perubahan geopolitik pasca Perang Dingin memunculkan masalah dan ancaman yang mengganggu stabilitas dunia internasional. Ancaman tersebut diakibatkan karena kasus terorisme, krisis pengungsi di Eropa, masalah Brexit, menguatnya sentimen konservatif, proteksionis, pemanasan global dan ancaman rudal Korea Utara. Menurut Mori, Indonesia sudah berada pada jalur yang benar, karena sudah berfokus pada pembangunan infrastruktur.

Ia juga berpendapat bahwa tatanan dunia yang semakin terbuka memunculkan dinamika kompetisi keamanan dikawasan. Negara Indonesia memiliki konstribusi dalam melahirkan inisiasi – inisiasi baru. Salah satu upaya bahwa Indonesia berada di jalur yang benar adalah membangun kerjasama di bidang maritim dari segi keamanan maupun industri kelautan.

Menurut Sekjen China Institue of Internasional Studies (CIIS) juga berpendapat bahwa Indonesia menjadi negara muslim terbesar di dunia yang memiliki peranan penting di dunia internasional. Hal ini dikarenakan Indonesia menjadi negara ASEAN satu – satunya yang masuk dalam G-20, ini membuat China dapat bekerjasama dalam bidang ekonomi dan juga bidang maritim.

Negara Indonesia dan Tiongkok, memiliki peran lebih jauh di kawasan Asia Tenggara dan dunia. Hal ini juga terbukti bahwa Indonesia dan Tiongkok sudah melakukan kerjasama yang baik. Salah satu kerjasama yang baru – baru ini terjadi adalah kerjasama dalam pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yang di garap oleh Tiongkok.

Walaupun demikian, masalah Laut Tiongkok Selatan membuat negara – negara di Asia termasuk Indonesia bersitegang dalam hubungan diplomatik dengan Tiongkok. Namun masalah tersebut sudah dibahas Presiden Jokowi ketika bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing pada beberapa waktu lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.