NIINDO.COM – Anak-anak adalah kelompok yang paling rapuh dalam bencana. Tindakan apa yang dapat diambil orang dewasa guna memastikan kesejahteraan psikologis anak-anak?
Kami meminta penjelasan Akasaka Miyuki dari LSM Save the Children Japan. Ia adalah pakar perawatan psikologis pascabencana bagi anak-anak. Akasaka mengikuti kegiatan bantuan di area terdampak Gempa Semenanjung Noto 1 Januari.
Area Noto mengalami kerusakan parah
Akasaka memiliki pengalaman membantu para korban bencana-bencana sebelumnya, seperti gempa mematikan yang mengguncang Jepang timur laut pada 2011. Ia mengatakan kerusakan di Noto mengingatkannya akan bencana tersebut.
Sejumlah sekolah di kawasan yang terdampak telah dibuka kembali dan sebagian anak sudah kembali masuk sekolah. Namun, banyak anak-anak yang masih tinggal di tempat pengungsian.
Baca juga : Studi Ungkap Penyebab 2 dari 3 Pasutri Jepang Tak Berhubungan Seks
Bagaimana bencana berimbas ke anak-anak
Anak prasekolah kadang menolak untuk berpisah dari orang tuanya setelah terjadinya bencana. Akasaka mengatakan dirinya memperhatikan hal ini di Kodomo Hiroba, sebuah tempat bermain yang baru-baru ini ia dan sejumlah orang lain dirikan di Kota Nanao, Prefektur Ishikawa.
Anak-anak SD kadang memeragakan ulang bencana ketika bermain, misalnya berpura-pura gempa atau banjir baru saja melanda.
Akasaka mengatakan itu adalah cara alami bagi mereka untuk mengutarakan pengalaman dan emosinya, serta membantu mereka melepaskan stres. Ditambahkannya, orang dewasa harus memperbolehkan permainan semacam itu selama tidak berbahaya.
Baca juga : Banyak Permintaan Palsu setelah Gempa Jepang Berasal dari Luar Negeri
Apa yang bisa dilakukan orang dewasa?
Akasaka merekomendasikan orang dewasa untuk mengingat tiga poin bagi anak-anak yang telah mengalami bencana, yaitu memperhatikan, mendengarkan, dan menyambungkan. Menurutnya, orang dewasa bisa menjadi pertolongan psikologis pertama
(1) Memperhatikan: Pastikan anak-anak di sekitar Anda dalam keadaan aman. Jika ada yang terlihat mengalami masalah, cobalah untuk membantu mereka. Orang tua atau pengasuh harus memantau perilaku anak-anak untuk melihat jika mereka berperilaku lain dari biasanya.
(2) Mendengarkan: Penting untuk mendengarkan apa yang dikatakan anak-anak itu daripada sekadar menanyakan mereka segala yang ingin Anda ketahui.
(3) Menyambungkan: Kalau Anda mendengar anak-anak mengisyaratkan perlunya bantuan, sambungkan atau pertemukan mereka dengan pakar atau organisasi terkait yang bisa menyediakan bantuan semacam itu. Anda juga bisa membantu jika memungkinkan.
Baca juga : Rumah Sementara Pertama di Prefektur Ishikawa Diperlihatkan kepada Media
Anak-anak perlu bantuan psikososial saat lingkungannya berubah
Beberapa pekan telah berlalu sejak gempa Noto terjadi. Sebagian anak telah menghadapi perubahan berat dalam kehidupan mereka, seperti tinggal di tempat pengungsian, dan situasi mereka mungkin akan terus berubah.
Akasaka mengatakan anak-anak secara psikologis terdampak oleh perubahan besar, seperti halnya orang dewasa.
Ia merekomendasikan agar orang dewasa berkonsultasi dengan pakar seperti tenaga medis di tempat pengungsian, atau perawat kesehatan masyarakat setempat dan perawat di sekolah, kalau melihat perubahan atas anak-anak yang hidupnya telah terdampak bencana.
Dikutip dari NHK WORLD JAPAN
