Selain makanan dan keindahan alamnya yang beragam, Jepang juga cukup terkenal dengan seninya, misalnya saja kesenian melipat kertas (origami) dan seni merangkai bunga (ikebana). Kesenian merangkai bunga ini bukan cuma untuk perempuan saja, tetapi juga untuk kaum pria. Seni ini menggunakan berbagai jenis tanaman, baik bunga maupun rerumputan. Bunga dan rerumputan tersebut dirangkai sedemikian rupa diatas wadah dengan berbagai bentuk.

Ikebana sebenarnya erat sekali hubungannya dengan berbagai kepercayaan. Tiap aliran dalam merangkai bunga punya ciri khas tersendiri dalam rangkaian bunganya. Jangan heran jika kamu melihat suatu rangkaian bunga yang fokusnya untuk dilihat dari samping. Ada juga yang fokusnya dilihat dari atas. Ikebana sendiri berawal dari tradisi kebudayaan menyiapkan bunga ke kuil Buddha.
Berbeda dengan rangkaian bunga lainnya, ikebana mempunyai sudut pandang tersendiri dalam merangkai bunga. Ada beberapa gaya rangkaian dalam seni merangkai bunga ini. Masing-masing gaya rangkaian ini mempunyai aturan disini dalam rangkaian bunganya. Meskipun demikian, umumnya bentuk-bentuk ikebana didasarkan oleh tiga titik yang melambangkan langit, bumi, dan manusia.
Pola dan gaya merangkai bunga ini awalnya hanya dalam bentuk-bentuk umum (hampir serupa). Kemudian berkembang hingga ada aturan-aturan tertentu yang digunakan dalam proses merangkai bunga. Hingga suatu ketika ikebana menjadi satu bagian penting dalam berbagai perayaan tradisional di Jepang dan pameran ikebana diadakan secara rutin setiap tahunnya.
Nah, jika minna-san tertarik untuk mempelajari seni merangkai bunga ini, di Jepang ada banyak sekali sekolah-sekolah khusus untuk mempelajari ikebana. Dengan mempelajari ikebana di sekolah-sekolah tersebut, minna akan lebih merasakan esensi dari ikebana itu sendiri, minna.