Beranda Business Jepang & Negara ASEAN Perlu Kerjasama Untuk Memulihkan Sektor Ekonomi

Jepang & Negara ASEAN Perlu Kerjasama Untuk Memulihkan Sektor Ekonomi

95
0
menhub-ajak-negara-asean-jepang-kerja-sama-pulihkan-ekonomi
sumber : google.com

NIINDO.COM – Menteri Perhubungan  bernama Budi Karya Sumadi mendorong negara neraga ASEAN dan Jepang bekerja sama untuk memulihkan ekonomi dari damapk pandemi COVID-19 ini. Dan menurutnya ,dari kerja sama ini cara strategi untuk bisa dibangun antara ASEAN dan Jepang adalah kerja sama pada transportasi udara. Dari kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan penumpanh angkutan udara dan  dapat mendukung  pariwasata dan memulihkan industri penerbangan.

“Hal ini juga penting untuk meningkatkan pemulihan ekonomi global,” ujar Budi saat mengikuti rangakaian dalam acara 18th ASEAN dan Japan Transport Minister Meeting secara virtual dikutip dari rilis resminya, Pada rabu tanggal 25 November 2020.

Dan khususnya untuk hubungan bilateral Indonesia dan Jepang , Budi juga menyampaikan bahwa apresiasinya atas kerja sama proyek besar yang sudah terjalin di pembangunan infrastruktur, tranportasi yaitu Mass Rapid Transit (MRT) dan Pelabuha Patimban.

Dan Budi juga menyampaikan lagi bahwa harapannya agar pembagunan kereta semi cepat Jakarta-Surabaya ini menjadi komitmen Jepang dalam menanamkan investasinya di Republik Indonesia,” imbuhnya.

Baca juga :  Memperingati Hari Guru Nasional 2020, Mendikbud : Profesi Guru Mulia dan Terhormat

Pelabuhan Patimban akan beroperasi akhir tahun 2020 dengan kerja sama pengelolaan Terminal pusat ekspor-impor kendaraan atau produk otomotif .

Dan sementara itu , terkaitanya dengan MRT tahap kedua masih dalam tahap finalsasi desain dan akan dibangun pada tahun 2022.

Sedangkan terkait dengan  proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya, pembagunannya dimulai pada tahun 2022 dengan target selesai 2026 atau pun lebih cepat.

menhub-ajak-negara-asean-jepang-kerja-sama-pulihkan-ekonomi
sumber : google.com

Dari perkiraan nilai investasi proyek prioritas ini adalah Pelabuhan Patimban kurang lebih Rp 30 triliun, proyek MRT fase kedua Rp15 triliun, dan fase ke tiga sekitar Rp 30 triliun. Sedangkan proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya dibutuhkan anggaran Rp 80 triliun.

Sementara itu, Menteri Negara Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang Iwai Shigeki selaku Ketua Delegasi Pemerintah Jepang  juga mengatakan, pihak Jepang menginginkan kerja sama yang sudah terjalin baik antara Jepang dengan negara-negara ASEAN termasuk Indonesia dapat terus berlanjut kedepannya.

“Saya berharap Jepang dapat menjadi mitra sejati ASEAN untuk membantu menyelesaikan masalah di sektor transportasi di kawasan ASEAN dan membahas bersama upaya pemulihan sektor transportasi di masa pandemi Covid-19 dengan memanfaatkan pengalaman yang kami miliki,” ucap Shigeki.

Untuk diketahui, pertemuan ASEAN dan Japan Transport Meeting ini membahas kerja sama seperti pengajuan ASEAN Japan Transport Workplan tahun 2020-2021 dan kerja sama baru yang mencakup pengembangan kapasitas /evaluasi terminal kontainer di wilayah ASEAN, pengembangan keselamatan transportasi laut untuk kapal-kapal kecil di perairan ASEAN, dan ASEAN-Japan Action Plan on Environment Improvement Transport Sector 2021-2025.

Selain itu, pertemuan ini juga menyampaikan beberapa proyek eksisting seperti laporan akhir tentang strategi promosi kapal cruise dibawah ASEAN-Jepang, pedoman tentang pemeliharaan saluran pelayaran di ASEAN, pedoman keselamatan rute pelayaran di negara-negara ASEAN, dan laporan perjanjian penerbangan regional ASEAN-Jepang.

Pertemuan ini dihadiri oleh para Menteri Transportasi dari negara mitra ASEAN yaitu Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Filipina, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Baca juga :  8 Warga di Bandung Barat Digigit Anjing yang Diduga Terinfeksi Rabies

Tonton juga :

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here